Home / Internasional / Nasional / News

Rabu, 15 Oktober 2025 - 05:38 WIB

PBNU Siap Tempuh Jalur Hukum, Kecam Trans7 atas Tayangan yang Dianggap Lecehkan Dunia Pesantren

PBNU

PBNU

JAKARTA – Genderang “perang” hukum kini secara resmi di tabuh oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam konferensi pers pada Selasa (14/10), menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum terhadap stasiun televisi Trans7 atas tayangan program “Xpose Uncensored” yang di nilai menghina dan melecehkan dunia pesantren.

Amarah PBNU dan seluruh warga Nahdliyin meledak setelah program “Xpose Uncensored” yang tayang pada Senin (13/10) menampilkan sebuah segmen yang di anggap sangat tidak pantas.

Dalam tayangan tersebut, terlihat para santri dengan takzim menyalami seorang kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo. Namun, narasi yang di sertakan dalam video itu justru bernada provokatif dan merendahkan.

Narator menyebut para santri “rela ngesot” demi menyalami serta memberikan “amplop” kepada kiai, bahkan menyindir bahwa seharusnya kiai yang sudah kaya yang memberi santri, bukan sebaliknya.

Baca Juga :  Penyebab Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Masih Diselidiki

Bagi PBNU, narasi tersebut bukan lagi sekadar kritik, melainkan penghinaan yang di sengaja terhadap dunia pesantren dan simbol-simbolnya.

“Tayangan Trans7 itu isinya secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren, menghina tokoh-tokoh pesantren yang juga sangat di muliakan oleh Nahdlatul Ulama,”tegas Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta.

Gus Yahya menyebut tayangan itu telah membangkitkan amarah besar di kalangan pesantren dan warga NU, karena menyentuh aspek paling sakral dalam tradisi keagamaan mereka.

Oleh karena itu, PBNU telah menginstruksikan lembaga hukumnya untuk segera memproses kasus ini secara legal, menuntut pertanggungjawaban dari Trans7 dan induk perusahaannya, Trans Corporation, atas kerusakan sosial dan moral yang di timbulkan.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends (ML) Edisi 1 Agustus 2026, Buruan Klaim

Meski amarah tengah memuncak, Gus Yahya tetap menyampaikan pesan menyejukkan kepada seluruh kiai, santri, dan warga Nahdlatul Ulama.

Ia mengajak agar tidak terpancing emosi dan terus menjaga semangat berkhidmat, sekalipun ada pihak-pihak yang berusaha merendahkan nilai luhur pesantren.

 “Kita tidak boleh surut. Justru ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ajaran akhlak, hormat kepada guru, dan cinta kepada ulama adalah warisan yang harus kita jaga dengan cara yang bermartabat,” ucapnya.

Langkah hukum PBNU ini menandai eskalasi tertinggi dari gelombang protes yang sebelumnya juga telah di suarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa anggota DPR RI.

Kini, kasus yang di sebut sebagai “pelecehan terhadap kiai” itu resmi bergulir dari ranah media sosial ke meja hijau pengadilan.(*)

Share :

Baca Juga

Presiden Prabowo Subianto

Internasional

Prediksi Presiden Prabowo, Indonesia Akan Menjadi Negara Terbesar Keempat
pilot ATR 42-500

Daerah

Terungkap‼️ Sosok Pilot ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung
Sidak RSUD

Advertorial

Kadiskes Tanjabtim Sidak RSUD Nurdin Hamzah, Pastikan Pelayanan Kesehatan Gratis 

Daerah

Gubernur Al Haris Ajak Masyarakat Membumikan Ekonomi Syariah

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Hadiri Launching Album Lagu Daerah Dan Religi 
Jamdatun R. Narendra Jatna menekankan pentingnya strategi perlindungan aset negara

Daerah

Jamdatun Tekankan Strategi Perlindungan Aset Negara dalam Kontrak Internasional

Advertorial

Merangin Kabupaten Pertama di- Provinsi Jambi Pada Paripurna Istimewa HUT Dihadiri Mentri

Advertorial

Semarak…TP PKK Kota Sungai Penuh Gelar Acara Family Gathering