BANDUNG,http://Eksisjambi.com – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai pelaksana teknis terus mengakselerasi pembangunan Flyover Nurtanio Bandung, salah satu proyek infrastruktur strategis yang telah lama di nantikan masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan flyover tersebut.
Dalam kunjungannya, AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek ini pada akhir tahun 2025 sebagai solusi konkret atas persoalan kemacetan kronis di kawasan Andir dan sekitarnya.
“Flyover Nurtanio merupakan proyek penting untuk menjawab permasalahan kemacetan yang selama ini terjadi akibat perlintasan sebidang kereta api. Pemerintah berkomitmen agar pembangunan ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar AHY di sela-sela peninjauan.
Kehadiran Flyover Nurtanio di harapkan mampu mengurai antrean kendaraan yang kerap terjadi di perlintasan rel kereta api, sekaligus mempercepat waktu tempuh dari dan menuju Jalan Abdurrahman Saleh hingga kawasan Lanud Husein Sastranegara (LMU Nurtanio). Dengan demikian, arus lalu lintas di wilayah Bandung Barat dan Kota Bandung dapat berjalan lebih lancar.
Selain meningkatkan kelancaran transportasi harian, flyover ini juga memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas orang, barang, dan jasa, khususnya untuk aktivitas ekonomi dan logistik. Proyek ini di nilai menjadi salah satu kunci dalam memperkuat konektivitas Bandung Raya agar lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing.
Kementerian PU sebagai pelaksana teknis memastikan seluruh tahapan pembangunan di lakukan sesuai standar keselamatan dan kualitas konstruksi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung serta mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.
Dengan selesainya Flyover Nurtanio nantinya, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat meningkat melalui pengurangan waktu tempuh, penurunan tingkat kemacetan, serta terciptanya sistem transportasi perkotaan yang lebih tertata dan berkelanjutan.**







