Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:24 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFA dan Sekolah Online Mulai April 2026

Pemerintah wacanakan WFA untuk ASN

Pemerintah wacanakan WFA untuk ASN

Jakarta, http://Eksisjambi.com –  Pemerintah tengah mengkaji kebijakan baru berupa penerapan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pembelajaran online untuk sekolah yang di rencanakan mulai berlaku pada April 2026.

Wacana ini muncul sebagai bagian dari strategi fleksibilitas kerja sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang periode tertentu, termasuk arus mudik dan aktivitas pascalibur panjang.

Kebijakan ini di bahas lintas kementerian di bawah koordinasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pemerintah menilai, transformasi digital yang semakin matang memungkinkan sistem kerja dan belajar di lakukan secara lebih fleksibel tanpa mengurangi produktivitas.

Skema WFA yang di rencanakan akan memberikan keleluasaan bagi ASN untuk bekerja dari lokasi mana pun, tidak terbatas pada kantor. Namun demikian, penerapan kebijakan ini tetap akan disertai dengan pengawasan berbasis kinerja (performance-based monitoring).

Baca Juga :  Wako Alfin Bertemu Wamenkes, Dorong Tambahan Fasilitas dan Dokter Spesialis

Menteri PANRB menyebutkan bahwa tidak semua instansi akan langsung menerapkan WFA secara penuh. Beberapa sektor layanan publik yang bersifat esensial, seperti kesehatan, keamanan, dan pelayanan administrasi langsung, tetap di wajibkan beroperasi secara onsite.

“Prinsipnya adalah fleksibilitas tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. ASN tetap harus memenuhi target kinerja yang telah di tetapkan,” ujarnya.

Selain ASN, pemerintah juga mempertimbangkan penerapan pembelajaran online bagi siswa sekolah pada periode yang sama. Langkah ini di ambil untuk mengurangi kepadatan aktivitas di perkotaan serta mendukung mobilitas masyarakat yang meningkat pada waktu tertentu.

Kebijakan ini akan bersifat sementara dan situasional, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur digital di masing-masing daerah. Pemerintah juga memastikan bahwa sistem pembelajaran daring akan tetap mengacu pada kurikulum nasional.

Baca Juga :  Kapolres Tebo Pimpin Rakoor Lintas Sektoral, Kesiapan Ops Ketupat 2023

Wacana ini tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mengurai kepadatan lalu lintas dan mobilitas masyarakat, terutama menjelang periode padat seperti libur panjang dan arus mudik Lebaran. Dengan adanya WFA dan sekolah online, di harapkan distribusi pergerakan masyarakat menjadi lebih merata.

Pengamat kebijakan publik menilai langkah ini sebagai inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan pemerataan akses internet agar kebijakan tidak menimbulkan kesenjangan.

Hingga saat ini, kebijakan WFA dan sekolah online masih dalam tahap pembahasan dan uji coba terbatas. Pemerintah akan melakukan evaluasi sebelum menetapkan regulasi resmi.

Jika di setujui, kebijakan ini berpotensi menjadi langkah besar dalam transformasi sistem kerja dan pendidikan di Indonesia menuju era yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Mesuji Ungkap Kasus Perburuan Tapir Dilindungi, Empat Pelaku Diamankan
Ikan lele

Daerah

Di Afrika Selatan, Ikan Lele Merayap Ke Daratan
Presiden Prabowo Subianto

Internasional

Presiden Prabowo Lantik 4 Menteri Baru dan 1 Wakil Menteri

Advertorial

GUBERNUR AL HARIS AJAK MASYARAKAT BERPARTISIPASI AKTIF JAGA KESEHATAN
PPPK 2021

Daerah

Pemutusan Kontrak PPPK  Berpotensi Picu Kekecewaan Massal dan Gejolak Sosial

Advertorial

Pihak PLTA Kerinci sedang berdiskusi bersama masyarakat yang berdemo

Advertorial

Wagub Sani dan Sekda Sudirman Terima Penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia
Pemikiran Tan Malaka tentang ketimpangan di Deli menyoroti ironi wilayah kaya sumber daya yang justru memiskinkan rakyat akibat sistem eksploitasi kapitalis.

Daerah

Pemikiran Tan Malaka: “Surga Kapitalis, Neraka Proletar” di Tanah Kaya Sumber Daya