Pertanian Masih Jadi Penopang Ekonomi Jambi, Hilirisasi Jadi Kunci Pertumbuhan Daerah
Jambi, – Sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian di Provinsi Jambi. Selain menyumbang besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor ini juga berperan penting dalam menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan masyarakat perdesaan.
Sektor primer yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi aktivitas ekonomi masyarakat. Sub sektor perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, dan hortikultura menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor dominan dalam struktur ekonomi daerah. Mayoritas masyarakat perdesaan masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan rakyat.
Kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian di Jambi memiliki karakter inklusif. Ketika produksi dan produktivitas meningkat, pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat juga ikut terdongkrak.
Penelitian Taufik et al. (2023) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi memiliki hubungan positif terhadap perluasan kesempatan kerja dan pengurangan ketimpangan pendapatan masyarakat.
Sektor Pertanian Serap Banyak Tenaga Kerja
Laporan BPS Indonesia tahun 2026 mencatat sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Kuartal I 2026. Sektor ini menjadi penopang ekonomi terbesar ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan.
Tidak hanya itu, sektor pertanian juga menjadi sektor padat karya. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini mencapai 29,77 persen, terutama di wilayah perdesaan.
Karena itu, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat. Terutama saat terjadi perlambatan ekonomi nasional maupun global.
Pemerintah Provinsi Jambi kini mulai mengarahkan pembangunan ekonomi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penguatan tata kelola daerah, dan pengembangan hilirisasi komoditas pertanian.
Strategi tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Dengan demikian, ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi juga berkembang melalui industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.
Kabupaten Merangin Andalkan Sektor Pertanian
Kabupaten Merangin menjadi salah satu daerah di Provinsi Jambi yang sangat bergantung pada sektor pertanian. Data BPS menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang lebih dari 50 persen terhadap total PDRB Kabupaten Merangin.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pertanian dan perkebunan rakyat masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dinilai relatif stabil. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh subsektor perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, dan tanaman pangan.
Penelitian Mainita, Winarni, Susilawati, dan Fajri (2025) menyebutkan sektor pertanian memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Merangin dibandingkan sektor lainnya.
Selain menjadi penggerak ekonomi, sektor pertanian juga menjadi sumber utama lapangan kerja masyarakat desa. Mayoritas tenaga kerja bekerja pada subsektor perkebunan rakyat dan usaha pertanian swadaya.
Karena itu, peningkatan produktivitas pertanian diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan daerah.
Investasi Pertanian di Merangin Terus Tumbuh
Investasi sektor pertanian di Kabupaten Merangin juga menunjukkan kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Penelitian Suandi dan Delis (2020) menggunakan pendekatan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) menunjukkan investasi terbesar daerah berada pada sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 37,45 persen terhadap total investasi daerah.
Besarnya investasi tersebut menunjukkan sektor pertanian masih dianggap sebagai sektor strategis dalam pembangunan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Merangin mulai mendorong penguatan hilirisasi pertanian dan pengembangan agroindustri berbasis komoditas unggulan lokal.
Pengolahan kopi, industri turunan kelapa sawit, hingga usaha mikro berbasis hasil pertanian mulai dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Selain itu, pembangunan jalan produksi, irigasi, dan konektivitas wilayah juga menjadi faktor penting dalam memperkuat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Sarolangun Fokus pada SDM dan Digitalisasi Pertanian
Selain Merangin, Kabupaten Sarolangun juga memiliki karakteristik ekonomi yang didominasi sektor primer, terutama subsektor perkebunan kelapa sawit dan karet rakyat.
Sebagian besar masyarakat Sarolangun masih menggantungkan kehidupan ekonomi pada sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, fluktuasi harga komoditas global sangat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.
Perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi lokal karena mampu menciptakan pendapatan rumah tangga dan memperluas aktivitas perdagangan daerah.
Penelitian Putri (2024) menunjukkan bahwa tenaga kerja, investasi, pengeluaran pemerintah, dan pembangunan infrastruktur memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan ekonomi Kabupaten Sarolangun.
Infrastruktur jalan dan konektivitas wilayah menjadi faktor penting karena menentukan kelancaran distribusi hasil perkebunan dan akses masyarakat ke pusat ekonomi.
Selain pembangunan fisik, transformasi ekonomi Kabupaten Sarolangun juga diarahkan pada peningkatan kualitas SDM pertanian dan digitalisasi agribisnis.
Pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran hasil pertanian, akses harga komoditas, dan penguatan kelembagaan petani dinilai mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok serta memperkuat daya saing produk lokal.
Hilirisasi Jadi Strategi Masa Depan Ekonomi Jambi
Hilirisasi pertanian kini menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas di Provinsi Jambi, termasuk Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun.
Melalui hilirisasi, komoditas seperti kelapa sawit, kopi, dan karet tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui pengembangan industri pengolahan dan agroindustri daerah.
Strategi ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, sektor pertanian masih menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Provinsi Jambi. Namun, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, diperlukan transformasi pembangunan melalui peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, digitalisasi pertanian, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah.**







