Home / Daerah / Hukum / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Peristiwa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:50 WIB

PETI Mengancam TNKS di Perbatasan Kerinci–Merangin, Diduga Libatkan Puluhan Alat Berat

PETI di kerinci Hancurkan Hutan TNKS

PETI di kerinci Hancurkan Hutan TNKS

Kerinci, http://Eksisjambi.com – Di tengah perhatian publik yang tersedot pada isu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci dan fenomena surutnya air Danau Kerinci, ancaman kerusakan lingkungan yang jauh lebih serius justru luput dari sorotan.

Kerusakan tersebut kini mengintai kawasan perbatasan Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, tepatnya di wilayah hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali di laporkan marak di kawasan konservasi itu. Berdasarkan informasi yang di himpun, kegiatan ilegal tersebut tidak lagi di lakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan telah melibatkan alat berat dalam jumlah besar.

Bahkan, kuat dugaan sedikitnya 20 unit alat berat telah masuk dan beroperasi di kawasan TNKS yang sejatinya merupakan zona perlindungan ketat dan tidak boleh tersentuh aktivitas eksploitasi apa pun.

Masuknya alat berat ke kawasan taman nasional di nilai sebagai ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem. Kerusakan hutan, terganggunya habitat satwa liar, hingga degradasi tanah menjadi risiko nyata yang sulit di pulihkan dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Buka Rapat Sinkronisasi Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting 2026

Selain itu, aktivitas PETI juga berpotensi besar mencemari sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di wilayah hilir, baik di Kabupaten Kerinci maupun Merangin. Penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses penambangan di khawatirkan akan mencemari air dan mengancam kesehatan masyarakat.

Warga di sekitar wilayah perbatasan mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka khawatir dampak PETI tidak hanya merusak kawasan hutan TNKS, tetapi juga memperparah bencana ekologis seperti banjir, longsor, serta pencemaran air yang selama ini mulai sering terjadi.

“Kami bingung, kenapa alat berat bisa masuk ke kawasan TNKS. Ini bukan jalan kecil, tapi kawasan hutan lindung. Kalau di biarkan, dampaknya akan kami rasakan langsung,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya di rahasiakan, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga :  Wabup H. Murison Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025

Di tengah kondisi itu, masyarakat juga menaruh harapan besar kepada para aktivis dan pegiat lingkungan yang selama ini lantang menyuarakan isu penyelamatan alam. Warga berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berhenti pada isu-isu yang sedang viral, tetapi juga menyentuh persoalan nyata yang kini terjadi di lapangan.

“Kalau benar-benar peduli lingkungan, sekarang saatnya bersuara. Jangan sampai TNKS rusak baru semua menyesal,” ungkap warga lainnya.

Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan maraknya aktivitas PETI dan masuknya alat berat ke kawasan TNKS di perbatasan Kerinci–Merangin. Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan sebelum kerusakan lingkungan kian meluas.**

 

Share :

Baca Juga

update game terbaru

Daerah

Kode Redeem Game Aktif 28 Januari 2026: Blox Fruits, Free Fire, MLBB, HSR hingga Genshin Impact

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends 6 Mei 2026: Klaim Skin Gratis hingga Fragment

Daerah

HKI Lanjutkan Pembangunan Tol Betung – Jambi, Perjalanan Jadi Lebih Cepat 

Advertorial

Bupati H. Adirozal Pimpin Apel Siaga Karhutla

Daerah

Ahmadi Zubir Hadiri Silaturahmi Sembilan Akbar Luhah Koto Baru

Bangko

Rudi Hartono Ungguli Dua Rifalnya Pada Pemilihan PAW Kades Muara Jernih

Daerah

Terdapat 5 Keutamaan Puasa di Bulan Syawal 

Daerah

Gubernur Al Haris Harap Kenduri Sko Jadi Pemersatu dan Dorong Perbaikan Sarana Desa