Jakarta, Eksisjambi.com – Aksi unjuk rasa di depan gerbang Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025), berakhir ricuh setelah aparat kepolisian melakukan pembubaran paksa terhadap massa. Polisi menembakkan meriam air ke arah kerumunan hingga membuat barisan peserta aksi kocar-kacir.
Sebagian massa yang panik bahkan berlari hingga ke ruas jalan tol di sekitar lokasi. Dalam kericuhan tersebut, aparat menangkap sedikitnya enam orang yang di duga berperan sebagai provokator.
Unjuk rasa ini di gelar setelah seruan aksi bertajuk “Revolusi Rakyat Indonesia” beredar luas di media sosial sejak Minggu (24/8). Dari berbagai poster yang tersebar, salah satu tuntutan massa adalah pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pihak kepolisian mengambil langkah tegas karena aksi massa sudah mengganggu ketertiban umum. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap ajakan-ajakan yang beredar di media sosial. Banyak di antaranya yang belum tentu benar dan bisa menyesatkan,” kata Susatyo kepada wartawan.
Hingga berita ini di turunkan, kondisi di sekitar Kompleks DPR berangsur kondusif. Polisi masih berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan kembalinya massa.(*)







