Jakarta, http://Eksisjambi.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara langsung meminta bantuan Indonesia untuk membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara. Permintaan tersebut disampaikan saat kunjungan kenegaraan Prabowo ke Seoul pada April 2026 dan diungkapkan kembali dalam pertemuan bersama pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada akhir Juli 2026.
Menurut Prabowo, permintaan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia yang selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif serta menjaga hubungan baik dengan berbagai negara tanpa memihak blok tertentu.
“Presiden Republik Korea meminta kepada saya apakah saya bersedia berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog. Saya sampaikan, apabila diminta, saya siap berangkat,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia selalu mengedepankan prinsip netralitas dalam hubungan internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, Rusia, Jepang, India, Australia, hingga negara-negara di kawasan Asia.
Ia menjelaskan, sikap tersebut membuat Indonesia dipercaya sebagai mitra yang tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Prinsip inilah yang dinilai menjadi modal penting apabila Indonesia diminta berperan sebagai jembatan komunikasi dalam berbagai konflik internasional.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang teguh pada prinsip menghormati kedaulatan setiap negara serta mengedepankan penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.
Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung diketahui tengah berupaya membuka kembali komunikasi dengan Korea Utara sejak menjabat. Namun, berbagai upaya dialog sejauh ini belum memperoleh respons positif dari Pyongyang yang masih mempertahankan sikap keras terhadap Seoul.
Selain membahas peluang dialog di Semenanjung Korea, pertemuan Prabowo dan Lee Jae-myung di Seoul juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, seperti pertahanan, keamanan energi, perdagangan, investasi, dan pengembangan teknologi. Kedua negara sepakat meningkatkan hubungan Indonesia-Korea Selatan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) guna memperluas kolaborasi di kawasan Indo-Pasifik.
Pengamat hubungan internasional menilai, apabila diplomasi tersebut benar-benar terlaksana, Indonesia berpotensi memainkan peran penting sebagai negara penengah yang dipercaya kedua belah pihak. Hal itu sejalan dengan rekam jejak Indonesia yang aktif mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai di berbagai forum internasional.
Dengan posisi tersebut, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai mitra diplomatik yang dipercaya dalam menjaga stabilitas kawasan dan hubungan antarnegara.*







