JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di buka menguat pada awal perdagangan Rabu, 23 September 2026. Mata uang Garuda tercatat naik 27 poin atau sekitar 0,15 persen di bandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.857 per dolar AS, lebih kuat di bandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.884 per dolar AS.
Penguatan ini menunjukkan sentimen positif terhadap mata uang domestik pada awal sesi perdagangan. Meski demikian, pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari masih akan di pengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi internasional, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), pergerakan indeks dolar AS, harga komoditas global, serta arus modal asing yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Analis menilai volatilitas nilai tukar rupiah masih berpotensi terjadi seiring tingginya ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, investor dan pelaku usaha di harapkan tetap mencermati perkembangan pasar keuangan dunia sebagai acuan dalam mengambil keputusan.
Sementara itu, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.*







