Jambi, http://Eksisjambi.com – Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara di Provinsi Jambi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan 2026, sepanjang 77 kilometer ruas jalan di laporkan telah siap dan dalam waktu dekat akan memasuki tahap uji operasional sebelum di fungsikan secara penuh.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi saat ini tengah menyusun mekanisme dan aturan penggunaan jalan khusus tersebut guna memastikan operasional berjalan aman, tertib, dan efektif.
Menurut Al Haris, keberadaan jalan khusus batu bara menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan angkutan batu bara terhadap jalan umum yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan dan gangguan lalu lintas.
“Sekitar 77 kilometer sudah siap. Kita akan uji coba, tinggal pengaturan mekanisme operasionalnya. Terminalnya nanti berada di Tenam,” ujar Al Haris.
Ia menjelaskan, setelah beroperasi, jalan khusus tersebut di harapkan mampu mengalihkan sebagian besar aktivitas angkutan batu bara dari ruas jalan nasional dan jalan provinsi yang selama ini di lintasi kendaraan tambang.
Dengan demikian, kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan seperti Muara Tembesi, Jebak, dan Tembesi di perkirakan akan berkurang secara signifikan, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan aman.
Pemerintah Provinsi Jambi saat ini masih melakukan pembahasan intensif bersama berbagai pihak terkait untuk menentukan pola operasional, sistem pengawasan, serta aturan penggunaan jalan khusus tersebut.
Langkah ini di nilai penting agar pengoperasian jalan tidak menimbulkan persoalan baru dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi sektor transportasi maupun industri pertambangan di daerah.
Jalan khusus batu bara tersebut membentang dari wilayah Mandiangin di Kabupaten Sarolangun hingga kawasan Tenam di Kabupaten Batang Hari. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan infrastruktur tersebut telah mendekati tahap penyelesaian.
Meski progres pembangunan terus berjalan, masih terdapat sejumlah kendala yang harus di selesaikan, terutama di kawasan Mandiangin.
Sebagian trase jalan di ketahui melintasi kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), sehingga memerlukan penyelesaian administrasi dan proses perizinan lanjutan.
Namun demikian, Gubernur Al Haris memastikan persoalan tersebut telah di bahas bersama pihak terkait dan menunjukkan perkembangan positif.
“Persoalan di HTI sudah di bahas dan pihak terkait telah menyatakan kesediaannya. Tinggal proses penyelesaiannya saja,” katanya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan jalan khusus batu bara di Jambi ini di kerjakan oleh tiga perusahaan, yaitu PT Inti Bangun Sarana (IBS), PT Putra Bulian Properti (PBP), dan PT Sinar Anugerah Sukses (SAS).
Kehadiran jalan khusus ini di harapkan menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan angkutan batu bara di Jambi, sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil tambang tanpa mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan umum.**







