Home / Kerinci / Kota Sungai Penuh / News / Peristiwa

Senin, 10 Maret 2025 - 16:13 WIB

HMI Geruduk IAIN Kerinci ,Terkait Pemotongan Beasiswa KIP-K

Kerinci- Kisruh dugaan pemotongan beasiswa KIP-Kuliah di IAIN Kerinci nampaknya terus menjadi pertanyaan. Senin (10/3/2025) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kerinci-Sungai Penuh melakukan aksi demo di depan gedung Rekretoran IAIN Kerinci.

Demo mahasiswa mempertanyakan dasar pemotongan senilai Rp 2,5 Juta per penerima terdiri dari sekitar 600 mahasiswa KIP-K. Mahasiswa juga menuntut tidak terjadi pemotongan Living Cost.

“Tidak masuk akal pemotongan Rp 2,5 juta per mahasiswa, dana living cost seharusnya hak penuh mahasiswa. Tidak boleh dipotong, “ kata kader HMI didepan Rektor Ahmad Jafar.

Mahasiswa juga menuntut dana living cost yang dipotong tersebut dikembalikan ke mahasiswa. “Kepada pimpinan kami mendesak agar mengkaji ulang soal pemotongan, dan soal pengelolaan dana transparan atau terbuka penggunaan dana pemotongan yang bersumber dari living cost,” tegasnya mahasiswa dari aliansi HMI.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Rektor UNBARI Resmi Digelar, Konflik Kepemimpinan Berakhir

Edilan Kurniawan ketua Umum HMI Cabang Kerinci-Sungaipenuh menilai dugaan pemotongan living cost KIP-K dinilai bermasalah. Karena dana living cost untuk mahasiswa tak mampu itu sepenuh hak mahasiswa.

“Uang kuliah 1 mahasiswa dari negara sudah ditanggung Rp 2,4 juta. Apasalahnya sisa dana itu digunakan mahat, program lainnya, sedangkan tidak semua mahasiswa uang kuliahnya 2,4 juta,” kata Edilan diorasi depan Rektor.

“HMI Cabang Kerinci menolak adanya pemotongan living cost KIP-K, sepakat teman-teman (mahasiswa) sepakat (kata mahasiswa didemo),” imbuh Edilan.

Sementara Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad menerima demo mahasiswa tersebut, Jafar menjawab, pihaknya tidak berani mengelola dana tersebut,

Baca Juga :  Wako Alfin Raih Penghargaan atas Dukungan Posbakum di Sungai Penuh

“Kemarin sudah berdiskusi 3,5 jam, pada prinsipnya Kampus tidak mau memutuskan jika itu tanpa ada keputusan dari mahasiswa. Sekarang kembalikan ke mahasiswa,” kata Jafar.

Bahkan hampir 2 jam mahasiswa silih berganti mempertanyakan kembali transparan pengelolaan dana pemotongan living cost yang tersisia Rp 2 Milyar. Pemotongan living cost Rp 2,5 tidak terjadi lagi.

Sayangnya pihak rektor tidak bisa mengambil kesimpulan menyatakan pemotongan tidak terjadi lagi. Jafar malah tidak mau ikut campur, karena soal itu awalnya usulan mahasiswa.

Pantauan di aksi demo, tidak lama jafar menyambut mahasiswa. Jafar terlihat lelah dan meminta mengambil kursi untuk duduk sambil mendengar aspirasi itu. Jafar mengakui ia kondisi sakit dan duduk dikursi.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah Kabupaten Kerinci Gelar perayaan Tahun Baru Islam 1444 Hijriah 
Gunung Merapi Erupsi

Daerah

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Pijar Terpantau

Advertorial

Wagub Sani Lepas Kontingen Musabaqah Qiraatil Kutub Tingkat Nasional
Pansus DPRD Kota Sungai Penuh

Advertorial

Pansus dan Bapemperda Dewan Kota Sungai Penuh Bahas Rancangan Tatib DPRD

Daerah

Tanpa SDM Unggul, Indonesia Tak Akan Mampu Berdikari di Era Global

Daerah

WAKO AHMADI Hadiri Pelantikan PMI Kota Sungai Penuh
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menerima kunjungan tim ahli Roemah Kelapa Indonesia

Daerah

Kelapa Dalam di Tanjab Timur Dilirik Investor Jerman Bupati Dillah Hich Sambut Baik

Daerah

Ketua Komisi II DPRD Tanjab Barat dari Fraksi Golkar Gelar Pasar Murah untuk Masyarakat