Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:34 WIB

Rumah Seni Budaya Tebo Suarakan Isu Suku Anak Dalam Lewat Pameran Seni Nasional

Estetika Psikedelik

Estetika Psikedelik

Palembang,http://Eksisjambi.com  – Perwakilan pengurus Rumah Seni Budaya Tebo, Muhammad Jauhari, mengunjungi pameran seni rupa bertajuk “Estetika Psikedelik” yang digagas oleh kalangan seniman Palembang bekerja sama dengan manajemen Hotel The Alts Palembang.

Pameran ini digelar di Hotel The Alts Palembang sejak 19 Desember hingga 27 Desember 2025.

Pameran ini menghadirkan beragam karya seni rupa yang menonjolkan eksplorasi estetika, ekspresi visual, serta narasi sosial dan budaya dari para perupa.

Sebanyak 54 karya seni dipamerkan dalam ajang ini, yang merupakan hasil cipta 23 pelukis dari berbagai daerah di Indonesia.

Para perupa tersebut berasal dari Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Yogyakarta, hingga Jambi.

Keikutsertaan seniman dari berbagai wilayah menjadikan pameran ini sebagai wadah pertemuan lintas budaya dan gagasan.

Setiap karya yang ditampilkan memiliki karakter dan pendekatan artistik yang berbeda, mencerminkan latar belakang sosial serta pengalaman personal masing-masing seniman.

Dari Provinsi Jambi, pameran ini diwakili oleh Syahrial, seorang perupa yang berasal dari Yayasan Rumah Seni Budaya Tebo.

Syahrial diketahui menjabat sebagai Ketua Yayasan Rumah Seni Budaya Tebo dan aktif dalam berbagai kegiatan seni dan kebudayaan di daerahnya.

Baca Juga :  Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Muhammad Jauhari menjelaskan bahwa kunjungannya ke pameran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempresentasikan karya seni dari Rumah Seni Budaya Tebo.

Salah satu lukisan yang ditampilkan mengangkat objek Suku Anak Dalam, salah satu komunitas adat yang hidup di pedalaman (hutan) Provinsi Jambi.

Dalam lukisan tersebut, tampak dua orang anak Suku Anak Dalam yang tengah belajar menulis huruf dan angka.

Visual ini menjadi simbol kuat tentang harapan, masa depan, dan semangat belajar di tengah keterbatasan yang di hadapi komunitas adat terpencil tersebut.

Muhammad Jauhari, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kesenian Yayasan Rumah Seni Budaya Tebo, mengatakan bahwa lukisan tersebut bukan sekadar karya visual, melainkan juga sarana penyampaian pesan sosial dan kemanusiaan.

Ia menjelaskan bahwa karya tersebut ingin menggambarkan perjuangan para pegiat lingkungan dan kemanusiaan di Kabupaten Tebo, khususnya mereka yang tergabung dalam Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), yang selama ini mendampingi dan memperjuangkan hak-hak dasar Suku Anak Dalam.

Baca Juga :  Buka Ramadhan Ceria 2026, Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

“Yayasan ORIK merupakan lembaga yang fokus pada kegiatan pendampingan dan pemberdayaan Suku Anak Dalam. Bang Iyal (Syahrial) juga merupakan salah satu pengurus sekaligus pendamping Suku Anak Dalam di Jambi,” ujar Muhammad Jauhari.

Menurutnya, perjuangan yang dilakukan mencakup akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat adat, yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sosial.

Dikatakanya, melalui medium seni lukis, Syahrial ingin menyampaikan pesan tentang keinginan kuat Suku Anak Dalam untuk mendapatkan pendidikan.

Pendidikan dipandang sebagai jembatan agar mereka dapat hidup berdampingan dengan masyarakat umum tanpa harus meninggalkan adat, tradisi, dan identitas budayanya.

Muhammad Jauhari berharap, pameran seni seperti “Estetika Psikedelik” dapat terus menjadi ruang dialog antara seniman, masyarakat, dan pemangku kebijakan, sekaligus memperkuat peran seni sebagai alat advokasi sosial dan pelestarian budaya di Indonesia.

“Sukses selalu untuk kawan-kawan Palembang yang telah menyediakan panggung bagi kawan-kawan perupa Indonesia,” pungkasnya. ***

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Ikuti Upacara Hari Bhayangkara Ke -77 Dengan Tema Polri Presisi Untuk Negeri
DPRD Tanjab Timur mulai membahas KUA-PPAS Perubahan APBD 2026

Daerah

DPRD Tanjab Timur Mengelar Paripurna Terkait Nota Pengantar KUA – PPAS Perubahan Tahun 2026
Sukun memiliki potensi besar sebagai pangan alternatif

Daerah

Pohon Pekarangan yang Berpotensi Jadi Penopang Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Global
Tambang Emas

Daerah

Potensi Emas 2.500 Ton Ditemukan di Kalumpang, Mamuju
Rakor Pemberantasan Korupsi

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi secara Hybrid

Advertorial

Malam Silaturahmi Pj. Bupati Kerinci Asraf, S.Pt, M.Si bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Rachmad, S.I.P di Sungai Langit

Daerah

BMKG Jelaskan Fenomena “Awan Pelangi” di Langit Jonggol Bogor
PANDUR2

Internasional

General Dynamics Pamerkan Inovasi Pertahanan Canggih di AUSA 2025