JAKARTA, Eksisjambi.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Mata uang Garuda bergerak naik seiring melemahnya indeks dolar AS di pasar global.
Berdasarkan data perdagangan valuta asing, kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di level Rp17.961,4475 per dolar AS pada pukul 03.19.19 UTC, Rabu 21 Oktober 2026.
Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 40,2025 poin atau melemah 0,22 persen dalam perdagangan satu hari terakhir.
Penguatan rupiah ini menunjukkan adanya peningkatan nilai mata uang domestik terhadap dolar AS. Pergerakan kurs di pengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, sentimen pasar keuangan, hingga perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), terutama terkait prospek suku bunga yang dapat memengaruhi pergerakan dolar terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sementara itu, perkembangan ekonomi dalam negeri seperti stabilitas inflasi, arus investasi, serta kondisi perdagangan turut menjadi perhatian dalam menjaga pergerakan nilai tukar rupiah.
Dengan posisi di bawah level Rp18.000 per dolar AS, penguatan rupiah menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional, meski pasar masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi global.*







