JAKARTA,Eksisjambi.com – Proyek besar penguatan konektivitas digital nasional kembali mencatat langkah penting dan Satelit komunikasi Nusantara Lima, yang di produksi oleh perusahaan antariksa Boeing, resmi menyelesaikan tahap akhir perakitan dan pengujian. Kini, satelit tersebut tengah dalam proses pengiriman menuju lokasi peluncuran di Amerika Serikat pada awal September 2025.
Sebelum diberangkatkan, satelit Nusantara Lima menjalani prosedur pengemasan berstandar tinggi. Komponen satelit di kondisikan dalam wadah khusus untuk menjaga stabilitas suhu, kelembapan, hingga keamanan mekanis.
Proses ini di lakukan secara ketat karena satelit bernilai triliunan rupiah tersebut sangat rentan terhadap guncangan maupun perubahan lingkungan ekstrem.
Untuk mengangkutnya, Boeing menggunakan pesawat kargo Antonov An-124, salah satu pesawat pengangkut terbesar di dunia.
Satelit kemudian di terbangkan menuju Amerika Serikat setelah sebelumnya di angkut lewat jalur darat ke Bandara Internasional Los Angeles (LAX) Dari bandara tersebut, satelit di berangkatkan pada 8 Agustus 2025 menuju Cape Canaveral, Florida, yang menjadi pusat persiapan peluncuran.
Direktur Utama PT Satelit Nusantara Lima (SNL), dalam keterangan resminya, menyebut pengiriman satelit ini sebagai tonggak penting menuju transformasi digital nasional.
“Kita optimistis Nusantara Lima akan menjadi backbone baru layanan internet Indonesia, menjangkau hingga wilayah 3T dengan kualitas lebih baik,” ujarnya.
Satelit Nusantara Lima sendiri di proyeksikan sebagai satelit internet terbesar di Asia dengan kapasitas hingga 160 Gbps.
Kehadirannya di harapkan mampu memperkuat ekosistem digital, menekan kesenjangan akses internet, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan Indonesia terkoneksi sepenuhnya pada 2030.
Selain itu, satelit ini juga akan memperluas cakupan layanan data bagi sektor pendidikan, kesehatan, maritim, hingga pertahanan.
Dengan kemampuan yang di milikinya, Nusantara Lima di pandang sebagai aset strategis bangsa di era konektivitas global.
Peluncuran Nusantara Lima di Cape Canaveral di jadwalkan menggunakan roket milik SpaceX. Jika berjalan sesuai rencana, satelit akan menempati orbit geostasioner dan beroperasi penuh mulai 2026.(*)







