Svay Rieng, Kamboja – Aparat Kepolisian Provinsi Svay Rieng melakukan penangkapan kembali terhadap seorang tahanan bernama White, tak lama setelah ia sempat bebas usai mendapatkan keputusan pembebasan dari mantan pejabat terkait (ex-official) pada proses persidangan sebelumnya.
Insiden ini terjadi pada Selasa siang di area Pengadilan Provinsi Svay Rieng, ketika White di kabarkan kembali muncul setelah sebelumnya meninggalkan lokasi persidangan dengan status bebas.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kepolisian telah mendapatkan bukti tambahan yang mengharuskan White kembali di tahan untuk proses hukum lanjutan.
Menurut laporan kepolisian, unit investigasi segera melakukan pengejaran setelah muncul indikasi bahwa pembebasan sebelumnya tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dan Polisi akhirnya berhasil mengamankan White tanpa perlawanan.
Juru bicara kepolisian menyampaikan bahwa penangkapan ini di lakukan untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan akuntabel.
“Kami telah mendapatkan mandat baru berdasarkan bukti dan keputusan pengadilan. Tersangka kini kembali berada dalam tahanan untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar seorang pejabat kepolisian Provinsi Svay Rieng.
Otoritas peradilan juga di sebut tengah menyelidiki peran mantan pejabat yang sebelumnya memfasilitasi pembebasan White.
Dugaan adanya pelanggaran prosedur membuat pihak pengadilan harus melakukan evaluasi internal.
Sejumlah saksi dan pegawai pengadilan telah di mintai keterangan untuk memperjelas kronologi serta memastikan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pengamanan di perketat pasca penangkapan ulang tersebut.
Beberapa warga dan pihak keluarga yang hadir di area pengadilan terlihat mengikuti proses dari kejauhan.
Hingga berita ini di turunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengadilan mengenai jadwal sidang berikutnya atau dakwaan tambahan yang mungkin dikenakan pada White.(*)







