Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Sosbud

Senin, 29 Desember 2025 - 11:31 WIB

Sejarah Kerinci Diakui Dunia Melalui Bukti Ilmiah

Sejarah Kerinci

Sejarah Kerinci

KERINCI, http://Eksisjambi.com –  Sejarah Kerinci bukan sekadar cerita lisan atau kebanggaan lokal yang di wariskan turun-temurun. Sejumlah penelitian ilmiah dari para ahli dunia justru menempatkan Kerinci sebagai salah satu pusat peradaban tua yang memiliki nilai penting dalam sejarah Nusantara, bahkan dunia.

Berbagai temuan ilmiah dari disiplin filologi, arkeologi, ekologi, hingga sejarah sosial membuktikan bahwa Kerinci memiliki warisan budaya dan peradaban yang melampaui batas administratif sebuah kabupaten.

Fakta-fakta ini memperkuat jati diri masyarakat Kerinci sebagai komunitas tua dengan akar sejarah yang kokoh dan tak tergoyahkan.

Naskah Melayu Tertua di Dunia Berasal dari Kerinci

Salah satu bukti paling monumental datang dari Dr. Uli Kozok, seorang ahli filologi asal Amerika Serikat. Ia mengonfirmasi bahwa Naskah Tanjung Tanah, yang di temukan di wilayah Kerinci, merupakan naskah Melayu tertua di dunia, di tulis pada abad ke-14.

Naskah ini di nilai lebih tua di bandingkan seluruh naskah Melayu lain yang di temukan di berbagai wilayah Nusantara. Temuan tersebut menempatkan Kerinci sebagai pusat literasi awal Melayu, sekaligus bukti bahwa masyarakat Kerinci telah memiliki tradisi tulis dan sistem hukum adat yang maju sejak ratusan tahun silam.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Hadiri Pelepasan Ekspor Kopi ke Tiongkok, Kopi Kerinci Kian Mendunia

Jejak Kehidupan Manusia Sejak 7.000 Tahun Lalu

Dari sisi arkeologi, Dominik Bonatz, arkeolog asal Jerman, menemukan bukti keberadaan manusia purba di Kerinci melalui temuan tembikar dan alat batu di situs Bukit Arat. Dengan metode thermoluminescence, artefak tersebut di tanggali berusia sekitar 7.000 tahun.

Penemuan ini menunjukkan bahwa wilayah Kerinci telah di huni manusia sejak masa prasejarah, jauh sebelum terbentuknya kerajaan-kerajaan besar di Nusantara.

Salah Satu Komunitas Tertua di Nusantara

Sementara itu, Dr. Whitten, ahli ekologi dan sejarah asal Inggris, mencatat bahwa kelompok asli masyarakat Kerinci merupakan salah satu komunitas tertua di Indonesia. Berdasarkan kajian lingkungan dan sejarah permukiman, masyarakat Kerinci di perkirakan telah menetap di kawasan Alam Kerinci sejak 10.000 tahun yang lalu.

Keberlangsungan komunitas ini hingga hari ini mencerminkan daya adaptasi, kearifan lokal, serta hubungan harmonis dengan alam yang di wariskan lintas generasi.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Dorong Kebijakan Fiskal Selamatkan APBD

Wilayah Sejarah Kerinci Pernah Jauh Lebih Luas

Dari kalangan akademisi dalam negeri, Sunlien Syar dan Hafi Ful Hadi, sejarawan dari Universitas Andalas, mengungkap bahwa wilayah Kerinci pada masa lampau memiliki cakupan geografis yang jauh lebih luas di bandingkan saat ini.

Mereka juga menegaskan bahwa masyarakat Kerinci menyimpan berbagai pusaka naskah kuno bernilai tinggi, yang menjadi bukti otentik perjalanan sejarah, sistem sosial, dan identitas budaya masyarakat Kerinci.

Jati Diri Tak Perlu Di klaim, Cukup Di buktikan 

Dengan berbagai bukti ilmiah yang kuat dan terverifikasi lintas negara, masyarakat Kerinci sejatinya tidak perlu melakukan klaim sejarah secara emosional atau sembarangan. Fakta akademik telah berbicara dengan sendirinya.

Sejarah megah Kerinci adalah kenyataan yang di akui dunia, bukan sekadar narasi lokal. Inilah Kerinci yang memiliki jati diri tegas, warisan luhur, dan kebanggaan yang layak di kenali di peta peradaban global.

Kerinci bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang identitas yang terus hidup dan tak tergoyahkan.***

Share :

Baca Juga

Daerah

JAMBI NAIK KELAS : Dari Daerah Penyangga Menjadi Aktor Pembangunan Nasional.
WAKO ALFIN

Advertorial

Wako Alfin Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK
Wakil Bupati Katamso, Katamso SA SE ME,

Daerah

Wabup Katamso Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag RI di Tanjab Barat

Daerah

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru Klaim Skin dan Hadiah Gratis Hari Ini
Al-Quran Kuno

Artikel

Al-Qur’an Tulisan Tangan Langka Abad ke-16 dari Aceh Ditemukan

Daerah

Disparbud Kerinci Gelar FGD yang diBuka Langsung Bupati H. Adirozal

Advertorial

Rapat Paripurna II Masa Persidangan I Dengan Agenda Penyampaian Fraksi DPRD Kota Sungai Penuh
Wali Kota Sungai Penuh melalui Asisten III M. Rasyid menghadiri pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Periode 2026–2030 dan menegaskan komitmen memperkuat pendidikan sebagai fondasi pembangunan SDM.

Daerah

Asisten III Hadiri Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Periode 2026-2030