Jakarta, Eksisjambi.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan keuangan negara melalui kebijakan fiskal yang disiplin, efisien, dan adaptif di tengah dinamika ekonomi global.
Suahasil yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan menyampaikan bahwa arah kebijakan fiskal ke depan bukan merupakan perubahan besar, melainkan kelanjutan dari strategi yang telah berjalan dengan fokus menjaga kredibilitas serta keberlanjutan APBN.
Salah satu kebijakan utama yang akan di perkuat adalah menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Langkah tersebut di lakukan untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga, terutama menghadapi ketidakpastian global yang masih membayangi perekonomian dunia.
- Dorong Efisiensi Anggaran
Selain menjaga defisit, Suahasil juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara. Pemerintah akan terus mencari ruang penghematan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik dan program prioritas.
Efisiensi anggaran sebelumnya telah menghasilkan penghematan hampir Rp170 triliun pada 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu contoh upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Efisiensi bukan sekadar mengurangi belanja, tetapi memastikan setiap anggaran memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” menjadi salah satu prinsip dalam pengelolaan keuangan negara.
- Kebijakan Anggaran Lebih Adaptif
Suahasil juga akan mendorong kebijakan anggaran yang lebih adaptif dengan kondisi ekonomi. Fokus utama di arahkan pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, reformasi kelembagaan, serta penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, APBN harus menjadi instrumen yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.
- Optimalisasi Penerimaan Pajak
Dari sisi pendapatan negara, pemerintah akan terus melakukan optimalisasi penerimaan pajak. Pertumbuhan penerimaan pajak menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kapasitas fiskal dan mendukung berbagai program pembangunan.
Upaya tersebut di lakukan melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak, perbaikan administrasi perpajakan, serta penguatan sistem pengelolaan penerimaan negara.
- Target Defisit APBN 2027
Dalam rancangan APBN 2027, pemerintah menetapkan target defisit berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.
Target tersebut di susun dengan mempertimbangkan peningkatan kualitas belanja negara, sekaligus menjaga ruang fiskal agar tetap mampu merespons berbagai tantangan ekonomi.
Belanja negara akan tetap di arahkan pada sejumlah prioritas, seperti perlindungan sosial, operasional pemerintahan, belanja pegawai, serta transfer ke daerah.
- Lanjutkan Fondasi Kebijakan Fiskal
Dengan pengalaman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Suahasil di nilai telah memiliki pemahaman mendalam mengenai perumusan kebijakan fiskal nasional.
Ia menegaskan kebijakan yang akan di jalankan merupakan kesinambungan dari langkah sebelumnya dengan tujuan utama menjaga kesehatan APBN, meningkatkan efektivitas belanja, dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap kebijakan fiskal dapat tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.*







