Home / Daerah / Internasional / Nasional / Nasional / News

Jumat, 8 Agustus 2025 - 14:06 WIB

Tragedi Prada Lucky Prajurit Muda Yonif TP 834/WM 

Nagekeo,eksisjambi.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Prada Lucky, prajurit muda Yonif TP 834/WM, yang meninggal dunia setelah empat hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kematian Prada Lucky memunculkan dugaan kuat adanya tindak penganiayaan di lingkungan kesatuan.

Ayah korban, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, anggota Kodim 1627/Rote Ndao, mengungkapkan kondisi jenazah putranya sangat mengenaskan. Seluruh tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam, sayatan, dan bekas luka bakar menyerupai sundutan rokok.

“Pada bagian punggung penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kaki terdapat luka bakar seperti sundutan rokok,” ujar Christian, Kamis (7/8).

Meski belum ada keterangan resmi dari pihak Yonif TP 834/WM, keluarga menduga kematian Prada Lucky disebabkan oleh penganiayaan.

Christian menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. “Dianiaya senior dan saya akan kejar pelakunya sampai ke manapun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Pengalaman Global Sejak Dini Dinilai Penting Bentuk Kepercayaan Diri Remaja

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Prada Lucky sempat mengalami kekerasan di barak militer. Saat dirawat di ruang radiologi rumah sakit, ia sempat mengaku kepada dokter bahwa dirinya dipukuli oleh seniornya.

“Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak,” kata Christian.

Sebelum meninggal, Prada Lucky dibawa ke Rumah Sakit Tentara Wirasakti Kupang atas permintaan keluarga. Namun, ketiadaan dokter forensik membuat ayah korban memutuskan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Hasil pemeriksaan memperlihatkan luka-luka yang konsisten dengan dugaan penganiayaan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Yonif TP 834/WM terkait penyebab pasti kematian, sementara penyelidikan oleh Polisi Militer (Pomdam) IX/Udayana masih berlangsung.

Ibu korban, Paulina Mirpey, mengaku telah mendapatkan firasat buruk sebelum kematian anaknya. Selama tiga malam berturut-turut, ia bermimpi Prada Lucky datang ke rumah dengan raut muka sedih.

Baca Juga :  Skin Gratis hingga Fragment, Kode Redeem MLBB 12 Maret 2026

“Mimpi yang sama selama tiga hari,” ungkap Rafael Davids, paman Prada Lucky.

Tangis Paulina pecah saat melihat jasad putranya terbujur kaku. Sementara sang ayah berusaha menahan duka, meski rasa kehilangan begitu mendalam.

Paulina tidak mendapat kabar apapun dari anaknya maupun kesatuan. Instingnya sebagai seorang ibu mendorongnya berangkat ke Nagekeo. Setibanya di sana, ia kaget mendapati putranya sudah dalam kondisi kritis di rumah sakit.

“Tidak ada informasi dari kesatuan ke orang tua. Tiba di sana baru kaget, ternyata Lucky di rumah sakit karena disiksa,” kata Rafael.

Prada Lucky akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah empat hari dirawat. Menurut keluarga, ia meninggal sesaat setelah ayahnya tiba di rumah sakit.

“Dia mungkin tunggu ayahnya tiba, karena sesaat ayahnya datang, Lucky langsung berhenti napas,” ucap Rafael penuh haru.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kode Redeem MLBB 21 Mei 2026 Terbaru, Buruan Klaim 
Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Bencana

Daerah

Presiden Prabowo Kerahkan 4 Pesawat Militer Bawa Bantuan Mendesak ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Daerah

Aktivis Gusparman : Pantas Diusut dan Patut Diduga Ini Telah Terjadi KKN dan Monopoli

Daerah

Polsek Tengah Ilir Cooling System dan Silaturahmi Dalam Rangka Menjaga Situasi Kondusif Menjelang Pemilu 2024
Jadwal Pencarian THR ASN

Daerah

THR dan Gaji ke-13 Guru serta ASN 2025 Cair Terpisah, Ini Jadwal dan Rinciannya
Lanud Jambi

Advertorial

Jambi Siap Menjadi Pusat Pertahanan Baru di Sumatera Bagian Tengah 
Ajian Sirna Kalut

Daerah

Ilmu Ajian “Sirna Kalut”, Warisan Spiritual untuk Menenangkan Jiwa

Advertorial

Gubernur Al Haris: Safari Ramadhan Wujudkan Silahturahmi Pemerintah dengan Masyarakat