Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:44 WIB

Uji Coba Roket 70mm Buatan Dalam Negeri Tunjukkan Progres Positif

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Kabar menggembirakan datang dari industri pertahanan nasional. Program pengembangan roket kaliber 70 mm hasil kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dan PT SAS Aero Sishan menunjukkan perkembangan yang signifikan melalui pelaksanaan uji coba penembakan roket pada pertengahan Juni 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Unguided Rocket 70mm yang kontraknya resmi di tandatangani kedua perusahaan pada 13 Februari 2026. Dalam kurun waktu sekitar empat bulan sejak penandatanganan kontrak, sejumlah tahapan pengembangan telah berhasil di wujudkan hingga memasuki fase pengujian lapangan.

Berdasarkan dokumentasi yang di unggah akun Instagram pasmar_2_korps_marinir, uji coba penembakan roket Wrap Around Fin Aerial Rocket (WAFAR) RD70 di laksanakan pada 18 Juni 2026 di Lapangan Tembak Nanggala Depohar 60, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Dalam rangkaian pengujian tersebut, tampak sejumlah perangkat pendukung yang di gunakan untuk menguji performa sistem roket. Salah satunya adalah pod roket tujuh tabung (7 tube rocket pod) yang di gunakan sebagai peluncur. Meski belum ada informasi resmi mengenai produsen pod tersebut, bentuknya di nilai memiliki kemiripan dengan rocket pod yang pernah di kembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Harap Program Bangga Kencana Jadi Gaya Hidup

Selain itu, perhatian juga tertuju pada kemunculan prototipe kendaraan peluncur roket berpemandu (guided rocket launcher vehicle) 70 mm yang di kembangkan oleh PT SAS Aero Sishan. Platform peluncur tersebut sebelumnya sempat muncul dalam sejumlah dokumentasi pengembangan dan kini terlihat telah memasuki tahap pengujian lebih lanjut.

Pengamatan terhadap perkembangan proyek ini menunjukkan laju pengembangan yang cukup cepat. Dalam waktu relatif singkat sejak kontrak kerja sama di teken, program telah mampu mencapai fase uji coba lapangan yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses validasi teknologi sebelum memasuki tahap produksi.

Baca Juga :  Keris Sunda dan Banten, Warisan Klasik yang Hampir Terlupakan 

Pengembangan roket kaliber 70 mm ini di harapkan dapat memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem persenjataan impor.

Selain untuk kebutuhan militer, keberhasilan program ini juga berpotensi meningkatkan kemampuan rekayasa dan manufaktur pertahanan dalam negeri.

Para pengamat pertahanan menilai keberhasilan uji coba awal menjadi sinyal positif bagi kelanjutan program, terutama dalam pengembangan varian roket berpemandu yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi di bandingkan roket konvensional.

Jika seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana, program roket 70 mm hasil kolaborasi PTDI dan SAS Aero Sishan berpeluang memasuki tahap produksi massal dalam beberapa tahun mendatang untuk memenuhi kebutuhan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Safari Ramadhan di Tebo, Wagub Sani: Optimalkan Momen Ramadhan Sebaik Mungkin

Bungo

Agar Tidak Gagal Paham, Catatan Mahmud Marhaba (untuk kalangan sendiri)

Daerah

PLTP Muara Laboh II Senilai 8,2  T Resmi Dibangun, Langkah Nyata Energi Terbarukan

Daerah

Pos Damkar Rimbo Bujang Kembali Evakuasi Ular Cobra Di Rumah Warga

Daerah

CFMOTO 250 Dual Resmi Meluncur di Indonesia

Daerah

Ketua dan Anggota DPRD Terima Pedagang MKS ( Makan Kawo Square)

Daerah

Emas Melonjak Lebih dari 2 Persen Usai Kesepakatan Damai Sementara AS – Iran
SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Daerah

400 Siswa Terbaik Ikuti Seleksi Terpusat SMA KTB di Akpol, Hanya 180 Akan Diterima