Sungai Penuh,Eksisjambi.com – Suasana Jambore PKK Tahun 2025 di Kota Sungai Penuh berlangsung semarak dan penuh kreativitas, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama Sekda Alpian meninjau langsung stand-stand pameran dari berbagai desa dan kecamatan yang turut memeriahkan kegiatan tahunan tersebut.
Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stand Desa Koto Dumo, Kecamatan Tanah Kampung, yang tampil dengan konsep “Rumah Bambu Tempo Doeloe.” Hampir seluruh bangunan stand ini menggunakan bahan bambu, menghadirkan nuansa tradisional yang autentik.
Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan berbagai souvenir dan barang antik khas pedesaan, seperti sangkar ayam, ketok, kancoh, tangguk, lukah, parang, cangkir tempurung, dan lampu setrokeng lama. Tak ketinggalan, aneka kuliner tradisional seperti kue luyang, dan kue bawang turut di sajikan untuk menggugah selera.
Sekretaris Desa Koto Dumu, Necip, menyampaikan bahwa partisipasi mereka dalam Jambore PKK ini menjadi ajang untuk menampilkan warisan budaya dan kreativitas masyarakat desa.
“Kami ingin memperkenalkan kekayaan tradisi dan kerajinan lokal agar tetap di kenal generasi muda dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ujarnya.
Tak kalah menarik, stand Galeri Pelangi Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, juga berhasil mencuri perhatian. Seluruh produk di stand ini merupakan hasil kerajinan tangan 100 persen peninggalan dan buatan warga desa, seperti jangki, lampu pedati, tudung hampa, cerek kawo balek, papik kawo beltek, tikar bigau, hingga serbuk kawo baltaek.
Yang paling unik, stand ini juga memamerkan tas jinjing (tote bag) hasil daur ulang bahan plastik, menjadi contoh nyata upaya masyarakat desa dalam menjaga lingkungan. Selain itu, terdapat pula koleksi barang antik seperti setrika Tempurung lama serta makanan khas buatan masyarakat Renah Kayu Embun.

Kepala Desa Renah Kayu Embun, Antorudin, S.Sos., MM, mengatakan bahwa keikutsertaan mereka bukan sekadar memeriahkan acara, tetapi juga untuk mempromosikan potensi ekonomi kreatif desa RKE
“Kami ingin menunjukkan bahwa desa bisa berinovasi dengan bahan sederhana, bahkan dari limbah plastik sekalipun, menjadi produk bernilai jual tinggi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta jambore.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme dan kreativitas masyarakat. Stand pameran yang menampilkan produk lokal ini menjadi bukti nyata bahwa desa-desa di Sungai Penuh memiliki potensi luar biasa. Semoga kegiatan ini semakin meriah menjelang pembukaan resmi Jambore PKK 2025,” tutur Azhar.
Sementara itu, Sekda Alpian menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif masyarakat desa.
Acara Jambore PKK Tahun 2025 di Kota Sungai Penuh ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.(*)







