Home / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:19 WIB

91 Santri Diduga Tertimbun, Tim SAR Fokus Selamatkan Korban yang Masih Hidup

Jawa Timur –  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meninjau langsung lokasi robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/10/2025)

Peninjauan ini merupakan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Setibanya di lokasi, Kepala BNPB di dampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafii, Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Mereka melihat dari dekat kondisi gedung empat lantai yang runtuh, di duga akibat kegagalan konstruksi.

Menurut data sementara, sebanyak ±91 santri masih di duga tertimbun reruntuhan berdasarkan daftar absensi.

Tim SAR gabungan masih berupaya keras melakukan evakuasi dengan metode manual, mengingat kondisi struktur bangunan berisiko jika langsung di bongkar menggunakan alat berat.

Baca Juga :  Bocah Tenggelam di Sungai Batang Merao di Temukan Meninggal

“Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang di perkirakan masih hidup di bawah reruntuhan. Kami fokus membuka jalur untuk suplai makanan dan oksigen sebelum evakuasi total di lakukan,” tegas Suharyanto.

Hingga Rabu (1/10) pukul 11.00 WIB, tim gabungan telah mengevakuasi sekitar 100 orang.

Dari jumlah tersebut, tiga orang d di nyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat maupun ringan.

Data korban sementara: RSUD R.T. Notopuro: 39 pasien (5 luka berat, 32 luka ringan, 2 meninggal), RS Siti Hajar: 53 pasien (9 luka berat, 42 luka ringan, 1 di rujuk ke RSI Sakinah, 1 meninggal)., RS Delta Surya: 6 pasien (5 luka berat, 1 luka ringan)., RS Sheila Medika: 1 pasien (sudah pulang)., RS Unair: 1 pasien (rawat inap).

Baca Juga :  Safari Ramadhan 1446 Hijriyah di Kecamatan Rantau Rasau, Ini Pesan Wabup Muslimin Tanja

Selain upaya penyelamatan, BNPB juga menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) serta bantuan logistik darurat berupa tenda, matras, selimut, hygiene kit, hingga kebutuhan dasar lainnya. BNPB memastikan akan mendampingi penanganan bencana ini hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sementara itu, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, Dinas Sosial, PMI, Baznas, hingga relawan SAR turut memperkuat operasi penyelamatan. Dapur umum telah didirikan, sementara kebutuhan mendesak di lapangan mencakup tenda darurat, velbed, dan kasur lipat.

BNPB menegaskan bahwa insiden ini masuk kategori bencana kegagalan teknologi, dan seluruh upaya maksimal akan terus di lakukan demi menyelamatkan para santri serta memastikan pemulihan bagi seluruh korban terdampak.(*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati H. Adirozal Serahkan Hadiah Pemenang Lomba HUT RI Ke-77
Ayatollah Ali Khamenei

Internasional

Ayatollah Ali Khamenei Sampaikan Pesan Natal: Dunia Butuh Ajaran Yesus Melawan Penindasan

Advertorial

Merangin: Sungai yang Terluka Ekskavator

Daerah

Kawasaki Brusky 125 Resmi Masuk Indonesia, Cek Harganya..!!

Daerah

Ketua IWO Krc-Supen : Jangan Giring Opini Rusak Reputasi Organisasi Kami

Advertorial

Gubernur Al Haris Dampingi Menteri Perdagangan Zulhas Tinjau Pasar Talang Banjar Kota Jambi

Daerah

DPRD Tanjab Barat Gelar Paripurna Keempat , Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif Yang Semakin Solid
Komisi IV DPR RI

Nasional

Ketua Komisi IV DPR RI Apresiasi BBVet Wates, Dorong Modernisasi Fasilitas Kesehatan Hewan