Eksisjambi.com,Merangin- Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Merangin kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merangin. Aksi ini merupakan bentuk protes atas maraknya aktivitas alat berat yang melakukan konvoi menuju wilayah Jangkat, Daerah Pemilihan (Dapil) 4, yang diduga kuat akan digunakan untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Dalam orasinya, pada Kamis (19/06/2025) PMII menuntut klarifikasi dan sikap tegas dari lima orang anggota DPRD yang mewakili Dapil 4. Mereka menilai aktivitas konvoi alat berat tersebut mencederai upaya pemberantasan PETI yang selama ini digaungkan oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
Setelah berorasi, massa PMII diterima untuk melakukan audiensi di ruang DPRD. Audiensi tersebut dipimpin oleh Syafrion, salah satu anggota DPRD Merangin dari Dapil 4. Dalam pertemuan tersebut, Syafrion menjelaskan ketidakhadiran empat rekannya sesama wakil rakyat dari Dapil 4.
Al Hanim Assodicki sedang menjalani dinas luar kota. “Yaahh… namanya juga pejabat, wajar kalau ada dinas luar,” ujar Syafrion sambil tersenyum.
Parhan disebutkan sedang tidak enak badan. “Akhh… mungkin sudah di-setting kali ya, tapi kita husnudzon sajalah,” imbuhnya sambil berkelakar.
M. Haris disebut sedang turun langsung ke lapangan bersama tim terkait untuk memastikan tujuan dari aktivitas alat berat tersebut. Hal ini dibuktikan secara langsung saat M. Haris melakukan video call bersama Syafrion di tengah audiensi.
Hasren Purja Sakti, menurut Syafrion, juga turun ke lapangan. Namun, hingga hari ini belum ada bukti valid keberadaan ataupun laporannya. “Kita juga belum tahu pasti, kemana beliau,” tambahnya.
PMII Merangin menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran lengkap perwakilan DPRD Dapil 4. Mereka menilai persoalan ini sangat mendesak dan membutuhkan keterlibatan aktif para legislator untuk mencegah dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas PETI.
Koordinator aksi, dalam pernyataan akhirnya, menyebut bahwa PMII tidak akan berhenti mengawal isu ini. “Kami akan terus menuntut keterbukaan, tindakan nyata, dan keberpihakan dewan terhadap rakyat, bukan terhadap kepentingan tambang ilegal,” tegasnya.
Aksi ini berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. PMII berencana akan terus menggelar aksi lanjutan apabila tidak ada tindak lanjut konkret dari DPRD Merangin maupun pemerintah daerah.(*)






