Eksisjambi.com – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyatakan bahwa Brasil mampu bertahan tanpa bergantung pada perdagangan dengan Amerika Serikat. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana menaikkan tarif impor hingga 50 persen terhadap produk Brasil.
Menurut Lula, kontribusi perdagangan Brasil dengan AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hanya sekitar 1,7 persen. Karena itu, ia menilai dampaknya terhadap ekonomi Brasil tidak akan signifikan.
“Brasil tidak akan tunduk pada tekanan politik dan ekonomi dari negara mana pun. Jika perlu, kami akan berjalan tanpa Amerika Serikat,” tegas Lula.
Lula juga menyerukan pentingnya penciptaan mata uang bersama antarnegara mitra dagang sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional.
Langkah Trump yang menjatuhkan tarif tinggi disebut Lula sebagai respons atas proses hukum terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro. Ia menilai tindakan itu sebagai bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri Brasil yang tidak bisa ditoleransi.
Menanggapi situasi ini, Lula menyatakan pemerintah Brasil membuka ruang dialog dengan para pelaku industri dan pemangku kepentingan. Namun, ia menegaskan bahwa jika negosiasi dengan pemerintah AS tidak membuahkan hasil hingga 1 Agustus, Brasil akan memberlakukan Undang-Undang Resiprositas sebagai tindakan balasan.
“Kami tidak akan diam jika kepentingan nasional diganggu. Jika Amerika bersikeras, kami juga akan bertindak,” pungkasnya.
Langkah Lula ini menandai babak baru hubungan perdagangan antara dua negara dengan sejarah panjang kerja sama, namun kini berada di ujung ketegangan akibat dinamika politik global.(*)







