Sumatra,http://Eksisjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan informasi terbaru terkait perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S pada 8 Desember 2025.
Berdasarkan hasil pemantauan, bibit siklon tersebut masih berada di Samudra Hindia barat Bengkulu dan menunjukkan pergerakan ke arah timur laut menuju Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
BMKG menyebutkan bahwa peluang bibit siklon 91S untuk tumbuh menjadi siklon tropis masih berada pada kategori rendah. Namun, potensi dampak tidak langsung tetap perlu di waspadai oleh masyarakat di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang bisa di timbulkan bibit siklon 91S. Potensi cuaca yang perlu di perhatikan meliputi:
1. Hujan Sedang hingga Lebat, Berpotensi terjadi di wilayah:
- Bengkulu
- Lampung
- Sumatera Barat
Hujan dengan intensitas tinggi ini dapat memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di daerah rawan.
2. Angin Kencang
Angin kencang di prakirakan dapat muncul di beberapa wilayah pesisir maupun dataran tinggi, terutama yang berada dalam jalur tidak langsung pengaruh bibit siklon.
3. Gelombang Tinggi
BMKG juga memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan berikut:
- Samudera Hindia barat Aceh
- Samudera Hindia barat Kep. Nias
- Samudera Hindia barat Kep. Mentawai
- Samudera Hindia barat Bengkulu
- Samudera Hindia barat Lampung
- Samudera Hindia selatan Banten
- Samudera Hindia selatan Jawa Barat
- Samudera Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudera Hindia selatan Jawa Timur
- Perairan barat Lampung
Para nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut di minta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.
BMKG menekankan agar masyarakat tetap tenang namun terus mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru. Kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat, sehingga pembaruan informasi sangat di perlukan.
Masyarakat juga di imbau untuk:
- Menghindari aktivitas di perairan berisiko tinggi.
- Waspada terhadap ancaman banjir dan longsor di daerah rentan.
- Memperhatikan instruksi pemerintah daerah dan BPBD setempat.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, kewaspadaan dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin di timbulkan.(*)
!







