Jakarta, eksisjamb.com– Guncangan gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,9 mengejutkan warga Jawa Barat bagian barat pada Rabu (20/8) malam, Getaran gempa terasa cukup kuat di wilayah Jabodetabek, membuat banyak warga panik dan berlarian keluar rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 19.54.55 WIB dengan parameter awal M4,9 di kedalaman 10 kilometer, Pusat gempa berada di daratan, tepatnya di wilayah Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.
Berdasarkan analisis lokasi episenter dan sebaran getaran, gempa ini diduga berasal dari aktivitas Sesar Baribis dengan mekanisme thrust fault (sesar naik).
Guncangan gempa dirasakan di berbagai wilayah, mulai dari Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta, Tangerang Selatan hingga Tangerang. Intensitas gempa tercatat pada skala maksimal MMI III di wilayah Jabodetabek. Sementara di sekitar pusat gempa, getaran mencapai MMI V, yang berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan.
Laporan kerusakan rumah mulai berdatangan dari wilayah sekitar pusat gempa. Salah satunya di Desa Cinangor, Loji, Karawang, di mana sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sedang, termasuk plafon rumah yang runtuh.
“Diharapkan warga segera melaporkan kerusakan rumahnya ke pihak RT/RW atau aparat berwenang agar bisa dilakukan pendataan,” ungkap aparat setempat.
Gempa M4,9 kali ini tercatat sebagai gempa dangkal terbesar di kawasan tersebut sejak gempa M4,3 pada tahun 2006. Hingga saat ini, BMKG melaporkan sudah terjadi setidaknya satu kali gempa susulan berkekuatan M2,1.
Sekitar pukul 21.04 WIB, kembali terpantau gempa susulan dengan magnitudo M2,0. Hingga kini, BMKG masih memantau perkembangan aktivitas seismik di sekitar Sesar Baribis.
Meski guncangan gempa cukup kuat, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun juga menjaga kesehatan dengan tidak begadang karena rasa cemas.
“Waspada tetap perlu, tetapi jangan sampai rasa takut membuat tubuh kelelahan. Istirahat tetap penting untuk menjaga kondisi,” tulis pernyataan resmi.(*)







