Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News

Rabu, 10 September 2025 - 09:56 WIB

Kisah Siti Manggopoh Ibu Tinggalkan Bayi Demi Lawan Penjajah

Pahlawan Mandeh Siti Manggopoh

Pahlawan Mandeh Siti Manggopoh

Sumatra Barat,Eksisjambi.com – Perang melawan penjajahan Belanda menyisakan banyak kisah pilu sekaligus heroik. Salah satunya datang dari Sumatera Barat,

Tentang sosok perempuan tangguh bernama Siti Manggopoh (1880–1965), yang di kenal berani angkat senjata melawan pajak kolonial yang menindas rakyat, meski harus meninggalkan bayinya yang masih menyusu.

Kisah Siti Manggopoh bermula dari kebijakan pajak belasting yang sangat mencekik masyarakat Minangkabau pada awal abad ke-20.

Sebagai seorang ibu muda, ia di hadapkan pada pilihan sulit: tetap tinggal di rumah merawat anaknya yang masih bayi, atau maju berperang membela rakyat Lubuak Basuang dari kekejaman Belanda.

Baca Juga :  Suzuki V-Strom 250 SX Hadir di Jambi, Motor Adventure Sporty Siap Temani Touring dan Aktivitas Harian

Namun jiwa kesatria dalam dirinya berbicara lebih keras, Dengan penuh keberanian, Siti Manggopoh mengangkat senjata, Dalam pertempuran sengit di Lubuak Basuang, ia berhasil menewaskan sedikitnya 58 tentara Belanda dan Aksinya mengguncang pihak kolonial.

Sayangnya, bala bantuan Belanda dari Padang dan Bukittinggi datang memperkuat pasukan, Siti Mangopoh akhirnya tertangkap dan di jebloskan ke penjara di Lubuak Basuang, Pariaman, hingga Padang.

Meski begitu, karena pertimbangan bahwa ia masih memiliki seorang bayi, ia kemudian di bebaskan namun Suaminya tidak seberuntung dirinya  dan ia dibuang jauh ke Sulawesi Utara.

Tahun 1965, Siti Manggopoh wafat dalam usia 85 tahun, Namanya terus di kenang oleh masyarakat Lubuak Basuang.

Baca Juga :  Bupati H. Adirozal Buka Konsultasi Publik RARKPD Tahun 2024

Sebuah tugu di dirikan di Simpang Gudang sebagai penghormatan, dan makamnya kini menjadi bagian dari kompleks makam pahlawan.

Hingga kini, Siti Manggopoh memang belum secara resmi mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia.

Namun masyarakat Minangkabau tetap menempatkannya sebagai simbol keberanian seorang ibu yang rela meninggalkan anak demi membela tanah air.

Sejarah mencatatnya sebagai bukti nyata bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya di warnai darah para lelaki, tetapi juga air mata dan keberanian perempuan.(“)

 

Share :

Baca Juga

Pasukan Gabungan

Internasional

Tim Gabungan Evakuasi Korban Aksi KKB di Yahukimo,7 Meninggal dan 5 Selamat

Daerah

inilah …5 Pejabat Imigrasi Kerinci yang Baru di Lantik
BPI DANANTARA

Internasional

BPI Danantara Dapat Suntikan Modal Jumbo Rp1.000 Triliun dari Pemerintah

Daerah

Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bpk. Hamdani, S.E dari Fraksi PDI-Perjuangan dapat menghadiri undangan dalam kegiatan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026
Hutama karya

Daerah

Hutama Karya Resmi Garap Tol Akses Patimban Paket II, Perkuat Nadi Logistik Nasional
Pemkot Sungai Penuh Lakukan Penertiban PKL

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Lanjutkan Penertiban PKL di Hari Kedua, Sosialisasi Masih Berlangsung

Daerah

TP PKK Kota Sungai Penuh Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bogor mengungkap inovasi perikanan

Daerah

Komisi IV DPR RI Temukan Beragam Inovasi Perikanan di Bogor, Soroti Kekurangan Penyuluh