Home / Internasional / Nasional / News

Minggu, 5 Oktober 2025 - 17:40 WIB

Pakar Keamanan Digital Bantah Isu Bjorka Berasal dari Sulawesi Utara

Analisis dan Bjorka

Analisis dan Bjorka

Manado, Eksisjambi.com – Spekulasi yang mengaitkan peretas fenomenal “Bjorka” dengan wilayah Sulawesi Utara di mentahkan oleh hasil analisis teknis, Rumy Taulu, pakar keamanan digital asal Manado, menegaskan bahwa berdasarkan bukti-bukti digital, seluruh jejak aktivitas Bjorka secara konsisten mengarah ke kawasan Rusia atau Eropa Timur, bukan Indonesia.

Dalam wawancara eksklusif di Manado, Sabtu (4/10/2025), Rumy menilai klaim yang beredar di masyarakat tidak memiliki dasar teknis yang kuat.

“Informasi itu keliru,” tegas Rumy dan Hasil analisis digital forensik kami, yang di perkuat pemantauan di forum underground internasional seperti Leakbase, menunjukkan pola aktivitas Bjorka berasal dari jaringan luar negeri dan Hingga saat ini, tidak ada satu pun bukti forensik yang mengarah ke individu di Indonesia, apalagi dari Sulawesi Utara.”

Baca Juga :  Jaksa Sebut Nadiem Makarim Terima Rp800 Miliar dari Pengadaan Laptop Chromebook, Kerugian Negara Capai Rp2,1 Triliun

Menurut Rumy, Bjorka bukan sosok baru di dunia siber, Ia telah lama di kenal di komunitas peretas global, dengan ciri khas pola bahasa, zona waktu aktivitas, hingga metode serangan siber yang identik dengan pelaku dari luar yurisdiksi Indonesia.

 “Bjorka ini sudah lama aktif di dunia siber internasional, Semua jejak digitalnya, jika di analisis secara mendalam, sangat konsisten dengan jaringan peretas dari Eropa Timur atau Rusia,” tambahnya.

Hormati Proses Hukum, Fokus pada Analisis Teknis, Meski temuannya berbeda dengan narasi yang berkembang, Rumy menegaskan bahwa pandangannya murni di dasarkan pada kajian ilmiah keamanan digital dan tidak di maksudkan untuk membantah hasil penyelidikan resmi yang di lakukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Saya ingin menegaskan, pernyataan ini bukan untuk menyanggah Polri dan Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Breaking News..!! Hendak Mandi Ke sungai Batanghari Warga Tebo Ulu di Terkam Buaya

“Namun, dari sisi teknis dan data digital yang kami analisis, klaim bahwa Bjorka berasal dari Sulawesi Utara tidak dapat di buktikan.”ungkap Rumy.

Rumy juga mengimbau masyarakat dan media untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara ilmiah, terlebih dalam kasus siber yang kompleks.

 “Dalam dunia siber, kebenaran harus di bangun dari data, bukan asumsi. Pelaku kejahatan siber sangat lihai menggunakan identitas dan lokasi palsu untuk menipu,” tutupnya.

Ia berharap ke depan ada kolaborasi yang lebih erat antara pakar digital independen dan aparat penegak hukum agar penanganan ancaman siber di Indonesia semakin komprehensif dan berbasis data akurat.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Kerinci Shalat IED Idul Adha 1443 H Bersama Ribuan Masyarakat 6 Desa Kemantan
Wabup H. Murison

Daerah

Safari Ramadan Kemantan Hilir, Wabup H. Murison Tegaskan Komitmen Desa
Walikota Sungai Penuh Alfin Serahkan LKPD 2025

Daerah

Wako Alfin Serahkan LKPD 2025 ke BPK Jambi

Advertorial

Sekda Kerinci Zainal Efendi Buka Pemusatan Latihan/Training Center (TC)

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Hadiri Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2023

Advertorial

Gubernur Alharis Tinjau Progres Jalan Khusus Batubara dan Merasa Puas
Walikota Sungai Penuh Alfin. SH

Daerah

Wako Alfin Himbau Warga Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Drainase

Daerah

Rapat Batas Daerah Tanjab Barat–Tanjab Timur Hasilkan Kesepakatan ke TPBD Pusat