Jawa Timur, http://Eksisjambi.com – Telah terjadi erupsi pada Gunung Semeru pada Jumat (19/6/2026) pukul 07.21 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut menyebabkan kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, disertai luncuran awan panas guguran sejauh kurang lebih 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.
Berdasarkan laporan pemantauan awal, erupsi ini berdampak pada peningkatan aktivitas material vulkanik yang mengalir melalui aliran sungai di sektor tenggara gunung, yang merupakan jalur utama guguran material saat terjadi peningkatan aktivitas.
Gunung Semeru yang berada di wilayah administratif Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang saat ini masih berstatus Level III (Siaga). Status ini menandakan bahwa aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi mengalami erupsi lanjutan sewaktu-waktu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya telah mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius yang telah direkomendasikan, termasuk aktivitas pendakian.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pendakian ke kawasan Semeru sementara waktu dinilai berisiko tinggi. Jalur menuju puncak, termasuk kawasan Ranu Kumbolo, tetap berada dalam zona pengawasan ketat mengingat potensi perubahan aktivitas vulkanik yang cepat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait dampak lanjutan terhadap permukiman, namun pemantauan aktivitas gunung masih terus dilakukan secara intensif oleh otoritas terkait.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.**







