Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuat pernyataan mengejutkan terkait temuan dana pemerintah yang mengendap di deposito bank hingga mencapai Rp285,6 triliun.
Dan Ia menilai jumlah tersebut sangat besar dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengelolaan keuangan negara.
“Saya heran, kenapa uang pemerintah bisa sebanyak itu di simpan dalam deposito Ini bukan jumlah kecil, Saya curiga ada permainan bunga,” ujar Purbaya.
Purbaya mengaku telah meminta penjelasan dari para pejabat di bawahnya, namun belum mendapatkan jawaban memuaskan.
“Saya sudah tanya anak buah saya, mereka bilang tidak tahu, Tapi saya yakin mereka tahu Ini harus di usut,” tegasnya dengan nada tinggi.
Menurutnya, uang negara sebesar itu seharusnya di manfaatkan untuk kepentingan publik, bukan sekadar “di parkir” di perbankan tanpa arah yang jelas.
Ia juga menilai dana tersebut dapat di gunakan untuk membiayai berbagai program produktif, seperti pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, hingga peningkatan layanan publik.
“Kalau uang rakyat hanya di biarkan menganggur di deposito, maka ini bentuk pemborosan yang tidak bisa di toleransi,” ujarnya.
Menkeu juga mengisyaratkan akan melakukan audit menyeluruh terhadap penempatan dana pemerintah di lembaga keuangan, termasuk kemungkinan adanya praktik tidak transparan yang menguntungkan pihak tertentu.
“Kita harus pastikan tidak ada permainan bunga atau kongkalikong antara oknum pejabat dan pihak bank. Semua harus terang benderang,” tegasnya.
Temuan mengejutkan ini langsung memicu sorotan publik Banyak pihak mendesak agar Kementerian Keuangan dan lembaga pengawas keuangan segera melakukan investigasi mendalam untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan dana negara.
Apakah uang rakyat benar-benar di biarkan menganggur di bank tanpa manfaat untuk publik? Jawabannya kini menjadi ujian besar bagi transparansi dan integritas pengelolaan keuangan negara.(*)







