Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:58 WIB

Menelusuri Makna Pepatah Minang: Saat Kebersamaan dan Kesetaraan Jadi Kekuatan Bangsa

Minangkabau

Minangkabau

Sumatera Barat – Pepatah Minangkabau “Saciok bak ayam, Sadanciang bak basi, saiyo sakato, duduk samo randah tagak samo tinggi” menjadi salah satu warisan kearifan lokal yang sarat makna dan relevan dengan kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.

Pepatah ini mengajarkan pentingnya dialog, musyawarah, kebersamaan, dan kesetaraan dalam menjalani kehidupan sosial.

Menurut para ahli budaya Minangkabau, pepatah ini tidak sekadar ungkapan tradisional, melainkan filosofi yang mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan keadilan sosial.

Ungkapan “Saciok bak ayam” menggambarkan kebersamaan dan kekompakan yang harmonis, seperti ayam yang makan bersama tanpa saling berebut. Sedangkan “Sadanciang bak basi” melambangkan persatuan dan kekuatan dalam kebersamaan, sebagaimana besi yang di tempa menjadi satu bilah yang kokoh.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Jawab dan Jelaskan Pandangan Umum Fraksi DPRD

Sementara itu, bagian pepatah “Duduk samo randah, tagak samo tinggi” mengandung pesan kesetaraan dan keadilan sosial. Artinya, setiap individu dalam masyarakat memiliki derajat yang sama tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, baik dalam pandangan adat maupun kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai dalam pepatah ini juga sangat relevan di terapkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pemerintahan, keluarga, maupun hubungan sosial di masyarakat.

 Dalam konteks pemerintahan, seorang pemimpin di harapkan mampu mendengar dan mempertimbangkan pendapat rakyat sebelum mengambil keputusan. Begitu pula dalam keluarga, setiap anggota di harapkan dapat bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama secara adil dan terbuka.

Baca Juga :  Para Kiyai Berikan Doa Restu dan Dukungan Untuk Menangkan Dilla Hich - Muslimin Tanja

Dengan menerapkan makna yang terkandung dalam pepatah ini, masyarakat akan mampu membangun suasana yang rukun, harmonis, dan saling menghargai. Kekuatan suatu komunitas, sebagaimana di jelaskan para ninik mamak, terletak pada kesatuan langkah dan kesepahaman warganya.

Oleh karena itu, pepatah “Saciok bak ayam, Sadanciang bak basi, saiyo sakato, duduk samo randah tagak samo tinggi” bukan hanya menjadi simbol adat, tetapi juga pedoman moral bagi masyarakat Minangkabau dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Dengan menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan, dan musyawarah yang terkandung dalam pepatah ini, di harapkan masyarakat dapat terus menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat persatuan dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Hadiri Acara Rapat Koordinasi Kerja Sama Daerah

Advertorial

Ketua DPRD Lendra Wijaya Ikuti Rakor Forkopimda Kota Sungai Penuh 2023

News

Cegah Stunting, Kejari Tebo Buka Sarapan Gratis

Advertorial

HUT Ke-15 Kota Sungai Penuh Menggelar Kenduhai & Expo Spektakuler
Bupati Dillah Hich Bersama TAPD

Advertorial

Bupati Dillah Hich Gelar Asistensi Pra RKA, OPD Dalam Agenda TAPD

Advertorial

Pemkab kerinci dan Pemkot Jambi Tandatangani Naskah Kesepakatan Bersama

Advertorial

Pengukuhan pengurus Keluarga Caniago Bersatu Oleh Wako Ahmadi
Keutamaan Bulan Rajab

Daerah

Bulan Rajab, Adalah Momentum Menanam Kebaikan Menuju Ramadhan