http://Eksisjambi.com – Harga kopi di bursa Intercontinental Exchange (ICE) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa – Rabu, 19 November 2025.
Kenaikan terjadi pada dua jenis kopi utama, yakni Arabika dan Robusta, di dorong oleh sentimen pelemahan pasokan global serta pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data ICE, nilai tukar USD/IDR tercatat Rp 16.735 per dolar AS, menjadi acuan dalam perhitungan harga kopi di tingkat domestik.
Harga kopi Arabika pada perdagangan terakhir tercatat berada di level 415,35 sen per pon, atau naik 12,80 poin setara 3,18% di banding sesi sebelumnya, Jika dikonversi ke rupiah, harga Arabika kini berada di kisaran Rp 153.200 per kilogram.
Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan Arabika dalam beberapa hari terakhir, yang di topang oleh kondisi cuaca ekstrem di beberapa negara produsen serta meningkatnya permintaan jelang musim dingin di kawasan Eropa dan Amerika Utara.
Sementara itu, harga kopi Robusta juga menguat, Komoditas yang banyak di gunakan industri kopi instan ini bergerak di level 4.573 dolar AS per ton, naik 90 dolar atau 2,01% dari perdagangan sebelumnya.
Dengan kurs rupiah saat ini, harga Robusta setara dengan Rp 76.500 per kilogram di tingkat global dan Penguatan Robusta di pengaruhi oleh kekhawatiran penurunan produksi dari Vietnam akibat anomali cuaca serta meningkatnya permintaan industri.
Pengamat komoditas menilai penguatan harga kedua jenis kopi ini di picu oleh kombinasi faktor global, termasuk:
- Penurunan stok kopi di gudang ICE.
- Cuaca kering berkepanjangan di Brasil dan Vietnam.
- Penguatan permintaan dari pasar Eropa.
- Tren pelemahan rupiah yang otomatis mengerek harga dalam rupiah. (*)







