Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:05 WIB

Prospek Cuaca Indonesia Sepekan ke Depan, 16–22 Januari 2026

Perkirakan Cuaca BMKG

Perkirakan Cuaca BMKG

JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prospek cuaca Indonesia untuk periode 16–22 Januari 2026. Dalam sepekan ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, seiring menguatnya dinamika atmosfer regional dan global.

Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia terpantau meningkat signifikan. BMKG mencatat curah hujan kategori lebat hingga ekstrem terjadi di Jawa Tengah (188,4 mm/hari), Banten (90,2 mm/hari), Jawa Barat (89,0 mm/hari), dan Sumatera Selatan (50,6 mm/hari). Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.

Sirkulasi siklonik terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat dan berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain itu, suplai massa udara lembap dari Monsun Asia yang bergerak cepat dari Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata hingga Pulau Jawa turut memperkuat pembentukan daerah konvergensi. Kombinasi kedua faktor ini memicu pertumbuhan awan hujan intensif di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan dalam sepekan ke depan.

Pada skala global, ENSO terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, berpotensi meningkatkan pasokan uap air di wilayah Indonesia. Suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian besar perairan Indonesia juga mendukung pembentukan awan hujan.

Sementara itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, perairan utara Maluku Utara hingga Papua, serta pesisir utara Papua, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Selain MJO, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian Sumatra, Kalimantan, Maluku Utara, dan perairan utara Papua, sehingga turut memperkuat aktivitas konvektif di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Pansus DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Pembahasan Lanjutkan RPJPD

Di sisi lain, Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina diprakirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa, bergerak ke arah barat laut dan memengaruhi pola angin di wilayah utara Indonesia bagian timur.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S diprakirakan bergerak persisten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa, memengaruhi pola angin serta pembentukan daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir barat Sumatra, Riau, Jambi–Lampung, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Arafura hingga Papua Barat.

BMKG juga mengidentifikasi potensi peningkatan seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia yang ditandai perbedaan tekanan udara signifikan dan peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan. Kondisi ini memperkuat masuknya monsun Asia melalui Selat Karimata dan berpotensi meningkatkan kejadian cuaca ekstrem di Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa.

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan Periode 16–18 Januari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Peningkatan hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di: Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Lampung, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Peringatan Dini:

  • Siaga (Hujan lebat–sangat lebat):

Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Maluku.

  •  Angin kencang:

Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan.

Baca Juga :  BMKG Waspadai La Nina Lemah dan Siklon Tropis Akhir 2025

Periode 19–22 Januari 2026

Hujan ringan hingga lebat masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di: Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Peringatan Dini:

1.  Siaga (Hujan lebat–sangat lebat):

  • Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan.

 2. Angin kencang:

  • Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua.

Himbauan BMKG

Memasuki awal tahun 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, serta aktivitas luar ruang seperti ibadah, wisata, dan kegiatan masyarakat lainnya.

Informasi cuaca terkini dan peringatan dini dapat diakses melalui:

  • Situs resmi www.bmkg.go.id
  • Aplikasi InfoBMKG
  • Media sosial @infoBMKG

BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang terintegrasi untuk seluruh wilayah Indonesia, guna membantu masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang jalur perjalanan melalui aplikasi InfoBMKG dan laman signature.bmkg.go.id/dwt.

  • Informasi akan terus diperbarui sesuai perkembangan cuaca terbaru.
  • Direktorat Meteorologi Publik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).**

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Hasil Pertemuan PPPK, DPR RI dan KemenPANRB: Desak Percepatan Peralihan Status dan Kesetaraan Hak ASN

Advertorial

Antara Pragmatisme dan Ideologi: Strategi PDIP dalam Pilkada Jambi 2024

Daerah

Pimpinan DPRD Minta Pemkab Tanjabbar Mengambil Langkah Hukum Ke MA Terkait PPI Perda RTRW Yang Baru

Daerah

Gaji Anggota DPR RI Tembus Rp100 Juta Lebih per Bulan

Daerah

DPC HARPI Melati Tebo Gelar Pertemuan Rutin Bulanan, Sekaligus Demo Tata Rias Adat Melayu Jambi Pakem
Kecelakaan di Sekolah

Daerah

Mobil MBG Diduga Tabrak Barisan Siswa, Belasan Anak Alami Luka-Luka

Daerah

KI50, Drone Kamikaze Buatan Dalam Negeri Perkuat Kekuatan TNI

Daerah

Kisah Wahyu Pertama Rasulullah di Gua Hira yang Mengubah Peradaban Dunia