JAKARTA ,http://Eksisjambi.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menyiapkan diri menghadapi kemungkinan perang berlarut demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegasan tersebut disampaikan Menhan Sjafrie saat memaparkan konsep pertahanan defensif aktif dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun 2026 yang digelar di Gedung Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.
Rapim Kemhan dan TNI 2026 mengusung tema “Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI”. Forum strategis ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan kebijakan, strategi, serta perencanaan anggaran pertahanan pada Tahun Anggaran 2026.
“Sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan negara, kita juga harus siap melakukan berbagai langkah preventif dan preemtif. Bahkan, kita harus siap menghadapi perang berlarut dalam mempertahankan kemerdekaan dan NKRI,” tegas Sjafrie.
Menhan menjelaskan bahwa konsep defensif aktif menjadi arah dan kebijakan nasional di bidang pertahanan. Konsep tersebut menekankan kesiapsiagaan tinggi tanpa mengedepankan sikap agresif terhadap pihak lain.
Menurutnya, pertahanan defensif aktif semata-mata bertujuan menjaga dan mengawal eksistensi kedaulatan NKRI. Namun, dalam menjaga kedaulatan negara, Indonesia tetap memiliki batasan dan prinsip yang harus dijunjung.
“Kita tidak boleh membiarkan ancaman datang, baik ancaman fisik maupun psikologis. Namun demikian, kita juga tidak berpikir secara ofensif, baik terhadap negara tetangga, kawasan regional, maupun global,” ujarnya.
Sjafrie menambahkan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara berlandaskan pada amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) sebagai fondasi pertahanan nasional.
“Sishankamrata merupakan satu kekuatan dan keutuhan antara TNI dan rakyat dalam upaya mempertahankan negara,” pungkasnya.
Dengan arahan tersebut, Menhan berharap seluruh jajaran Kemhan dan TNI mampu memperkuat kesiapsiagaan nasional serta memastikan kedaulatan NKRI tetap terjaga di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.**







