Religi, http://Eksisjambi.com – Kisah burung ababil yang melindungi Ka’bah merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang di abadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Fil. Peristiwa ini terjadi pada Tahun Gajah, sekitar tahun 570 M, yang juga di kenal sebagai tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pada masa itu, Ka’bah di Kota Makkah telah menjadi pusat ibadah dan ziarah masyarakat Arab. Seorang penguasa Yaman bernama Abrahah membangun gereja megah di Sana’a dengan tujuan mengalihkan perhatian bangsa Arab dari Ka’bah. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil.
Karena merasa tersaingi dan marah, Abrahah memimpin pasukan besar untuk menghancurkan Ka’bah. Pasukan tersebut di kenal dengan sebutan Pasukan Bergajah karena di lengkapi gajah-gajah perang, sesuatu yang sangat jarang dan menakutkan bagi masyarakat Arab saat itu.
Ketika pasukan Abrahah tiba di dekat Makkah, penduduk setempat tidak mampu melawan kekuatan militer yang besar tersebut. Mereka memilih mengungsi dan berserah diri kepada Allah SWT.
Namun, sebelum pasukan itu berhasil menghancurkan Ka’bah, Allah SWT mengirimkan burung-burung ababil sebagaimana di sebutkan dalam Surah Al-Fil. Burung-burung tersebut datang berkelompok sambil membawa batu-batu kecil dari tanah yang terbakar (sijjil), lalu menjatuhkannya kepada pasukan Abrahah.
Serangan tersebut membuat pasukan bergajah hancur lebur. Banyak di antara mereka tewas, sementara sisanya melarikan diri dalam keadaan terluka parah. Abrahah sendiri di kisahkan meninggal dunia dalam perjalanan kembali ke Yaman akibat luka yang di deritanya.
Peristiwa ini menjadi bukti kekuasaan Allah dalam melindungi rumah suci-Nya, Ka’bah, yang berada di kompleks Masjidil Haram. Selain itu, kisah ini juga menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun kekuatan manusia, tetap tidak akan mampu melawan kehendak Tuhan.
Tahun Gajah kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah Arab dan Islam. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, lahirlah Nabi Muhammad SAW yang kelak membawa risalah Islam ke seluruh penjuru dunia.
Hingga kini, kisah burung ababil masih sering di ceritakan dalam kajian keislaman dan menjadi bagian dari pelajaran sejarah Islam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini menegaskan bahwa Ka’bah bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol tauhid dan pusat persatuan umat Islam.
Kisah ini juga menjadi inspirasi bahwa pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak di sangka-sangka, bahkan melalui makhluk kecil seperti burung ababil.**







