Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:33 WIB

Kerajaan Pertama di Tanah Jawa, Salakanagara atau Tarumanagara? 

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,http://Eksisjambi.com   – Pertanyaan mengenai kerajaan pertama di Tanah Jawa hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Perbedaan pandangan muncul karena terdapat dua sumber utama yang dijadikan rujukan, yakni naskah kuno atau sastra sejarah dan bukti arkeologis berupa prasasti yang telah diteliti secara ilmiah.

Berdasarkan kedua sudut pandang tersebut, terdapat dua nama kerajaan yang paling sering disebut sebagai kerajaan pertama di Pulau Jawa, yaitu Salakanagara dan Tarumanagara.

Dalam tradisi sastra sejarah Sunda, terutama yang dikenal sebagai Naskah Wangsakerta, Salakanagara disebut sebagai kerajaan paling awal di Nusantara, termasuk di Pulau Jawa.

Menurut naskah tersebut, Salakanagara diperkirakan berdiri sekitar 130 Masehi dengan Dewawarman I sebagai pendirinya. Kerajaan ini dipercaya berlokasi di wilayah pesisir barat Pulau Jawa, yang kini diperkirakan berada di sekitar Kabupaten Pandeglang hingga Banten.

Meski demikian, keberadaan Salakanagara masih menjadi perdebatan di dunia akademik. Pasalnya, hingga kini belum ditemukan bukti arkeologis berupa prasasti, candi, atau peninggalan fisik lain yang diakui secara luas untuk membuktikan eksistensinya. Selain itu, sebagian besar sejarawan juga mempertanyakan keandalan Naskah Wangsakerta sebagai sumber sejarah primer.

Baca Juga :  Misteri Eleumee Keubay, Ilmu Kebal Pejuang Aceh

Berbeda dengan Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara diakui sebagai kerajaan tertua di Jawa yang memiliki bukti sejarah kuat berupa prasasti.

Tarumanagara diperkirakan berdiri pada abad ke-4 Masehi, sekitar tahun 358 Masehi. Kerajaan bercorak Hindu ini didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman, sementara masa kejayaannya berlangsung pada pemerintahan Raja Purnawarman.

Wilayah kekuasaannya meliputi bagian barat Pulau Jawa dengan pusat pemerintahan yang diperkirakan berada di sekitar aliran Sungai Citarum, mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, dan sebagian besar Jawa Barat.

Keberadaan Tarumanagara diperkuat oleh sedikitnya tujuh prasasti, di antaranya:

  • Prasasti Ciaruteun
  • Prasasti Tugu
  • Prasasti Kebon Kopi
  • Prasasti Jambu
  • Prasasti Muara Cianten
  • Prasasti Pasir Awi
  • Prasasti Cidanghiang (Lebak)
Baca Juga :  Jejak Peninggalan Singhasari yang Pernah Gagal Dibawa ke Belanda

Seluruh prasasti tersebut menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, sehingga menjadi bukti autentik yang diakui para arkeolog dan sejarawan mengenai keberadaan Tarumanagara.

Perbedaan pandangan mengenai kerajaan pertama di Jawa pada dasarnya bergantung pada sumber yang dijadikan acuan.

Jika mengacu pada naskah kuno lokal, Salakanagara diklaim telah berdiri jauh lebih awal, yakni sekitar tahun 130 Masehi. Namun klaim tersebut masih memerlukan dukungan bukti arkeologis yang lebih kuat.

Sementara itu, jika mengacu pada bukti fisik berupa prasasti yang telah diteliti dan diterima secara akademik, maka Tarumanagara merupakan kerajaan pertama di Tanah Jawa yang keberadaannya dapat dipastikan secara historis.

Dengan demikian, dalam kajian sejarah modern, Tarumanagara lebih umum diakui sebagai kerajaan tertua di Pulau Jawa karena didukung bukti arkeologis yang kuat, sedangkan Salakanagara tetap menjadi bagian dari diskusi sejarah yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.*

Share :

Baca Juga

Jalan Lembah Anai Terapkan Sistem Buka-Tutup Mulai 1 April 2026

Daerah

Jalan Lembah Anai Terapkan Sistem Buka-Tutup Mulai 1 April 2026

Advertorial

Gubernur Alharis Harap Satgas Karhutla Antisipasi Dini Kebakaran Hutan

Daerah

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global

Advertorial

Pemkab Kerinci dan KKMK Jakarta Gelar Sunatan Massal Gratis, Ratusan Anak Terbantu

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Tinjau TPU Desa Sialang

Daerah

Wagub Sani Resmi Buka Festival Budaya Kerinci 2026

Daerah

Kanim Kerinci Gelar Pertemuan Bersama Wabup Ami Taher.

Advertorial

Wako Ahmadi Buka Jambore PKK dan Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Kota Sungai Penuh