Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:41 WIB

Ritual Pernikahan Suku Anak Dalam di Desa Muara Kilis Tebo

Oplus_131072

Oplus_131072

TEBO, Eksisjambicom – Ritual pernikahan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) kembali diperagakan di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Tradisi adat yang kaya makna ini diperagakan langsung oleh kelompok Temenggung Apung sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Prosesi pernikahan adat tersebut tidak hanya menjadi simbol penyatuan dua insan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta penghormatan terhadap adat dan alam yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Suku Anak Dalam.

Dalam ritual tersebut, berbagai tahapan adat diperagakan secara simbolis sesuai dengan tradisi leluhur. Mulai dari prosesi pertemuan keluarga, penyampaian maksud pernikahan, hingga rangkaian doa dan ritual adat yang dipimpin oleh tokoh adat atau Temenggung. Seluruh tahapan dilakukan dengan penuh khidmat dan mengandung makna mendalam tentang keharmonisan hubungan manusia dengan sesama serta dengan alam.

Baca Juga :  Kapten Timnas Indonesia U-17 Tegaskan Siap Tampil Habis-habisan Hadapi Vietnam

Kelompok Temenggung Apung yang memimpin ritual ini menegaskan bahwa tradisi pernikahan adat bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi identitas dan pedoman hidup masyarakat SAD dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan lingkungan.

“Ritual ini merupakan bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga. Melalui tradisi ini, kami diajarkan tentang kebersamaan, menghormati alam, serta menjaga nilai-nilai adat yang telah ada sejak dahulu,” ujar salah satu tokoh adat dalam prosesi tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas agar lebih mengenal kehidupan dan tradisi masyarakat Suku Anak Dalam yang selama ini dikenal hidup berdampingan dengan alam di kawasan hutan Sumatra.

Baca Juga :  Dinar Kuwait Dinobatkan Sebagai Mata Uang Paling Mahal di Dunia

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, peragaan ritual pernikahan ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga bersama.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat berharap tradisi adat Suku Anak Dalam tetap lestari dan terus dikenal oleh generasi muda, sehingga nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan zaman.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Wako & Wawako Sungai Penuh Hadiri Grand Final Bujang Gadis & Putra Putri Pariwisata Sungai Penuh

Daerah

Dwi Christianto Jabat Ketua IWO Periode 2023 -2028
Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Bencana

Daerah

Presiden Prabowo Kerahkan 4 Pesawat Militer Bawa Bantuan Mendesak ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Advertorial

Wagub Sani : Bulan Ramadhan Momentum Tingkatkan Kepedulian Sesama
Maxim

Daerah

Maxim Nobatkan Ojol Jambi Sebagai Best Driver, Berikan Layanan Prima Tanpa Rating Negatif
DPRD Kota Sungai Penuh menggelar rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025,

Daerah

Fraksi DPRD Apresiasi Kinerja Pemkot Sungai Penuh dalam LKPJ 2025

Advertorial

PLTA KMH Mengalirkan Energi Hijau untuk Negeri di HUT RI ke-80
DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Advertorial

DPRD Tanjab Barat Paripurna  Mendengarkan Pendapat Akhir Atas Keputusan Ranperda Menjadi Perda