Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 11 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kehidupan Manusia Paleolithikum, Awal Peradaban di Zaman Batu Tua

Oplus_131072

Oplus_131072

Artikel,http://Eksisjambi.com  – Manusia purba pada masa awal kehidupan menggunakan benda-benda di sekitar mereka untuk bertahan hidup. Cabang pohon di pakai sebagai tombak, tongkat kayu di jadikan alat pemukul, sedangkan batu di gunakan untuk berburu dan memecahkan tulang.

Dari kebiasaan sederhana itu, manusia mulai mengenal alat bantu untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.

Perkembangan kemudian terjadi ketika manusia menyadari bahwa alat yang di bentuk secara khusus lebih efektif di banding benda alami biasa. Mereka mulai membuat kapak batu, pisau, mata tombak, dan alat lainnya dari batu api.

Masa ini di kenal sebagai Paleolithikum atau Zaman Batu Tua. Periode tersebut di perkirakan berlangsung lebih dari seratus ribu tahun.

Peralatan Mulai Berkembang

Pada awalnya, manusia hanya menyumbing batu secara sederhana agar memiliki sisi tajam. Meski terlihat mudah, kemampuan membuat alat membutuhkan latihan dan pengalaman.

Seiring waktu, alat yang di hasilkan semakin beragam. Tidak hanya dari batu, manusia juga memakai tulang, gading mamut, dan tanduk rusa untuk membuat peralatan.

Mereka menciptakan alat penusuk, tombak berduri, alat pahat, hingga pelontar tombak untuk berburu.

Kayu dan tulang juga di gunakan sebagai gagang senjata agar lebih mudah dipakai.

Penemuan Api Mengubah Kehidupan

Salah satu penemuan penting manusia Paleolithikum adalah api. Para ahli belum mengetahui secara pasti bagaimana manusia pertama kali membuat api.

Baca Juga :  Para Khafilah Merangin Disambut di Rumah Dinas Bupati

Di perkirakan mereka menghasilkan percikan api dari batu atau dengan menggosokkan kayu.

Api membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia purba. Makanan bisa di masak sehingga lebih aman divmakan dan lebih mudah di konsumsi.

Selain itu, api di gunakan untuk menghangatkan tubuh, mengusir binatang buas, dan mengasapi daging agar tahan lebih lama.

Penemuan api juga menjadi dasar perkembangan teknologi pada masa berikutnya.

Tinggal di Gua dan Alam Terbuka

Manusia Zaman Batu Tua hidup berpindah-pindah mengikuti hewan buruan. Mereka sering bermalam di alam terbuka dan membuat gubuk sederhana.

Sebagian lainnya tinggal di bawah tebing batu atau di dalam gua.

Di berbagai gua di Eropa Barat ditemukan sisa kehidupan manusia purba seperti abu pembakaran, alat batu, tulang hewan, dan tulang manusia.

Penemuan itu membantu para peneliti memahami kehidupan manusia pada masa lampau.

Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Pada awalnya manusia hidup dengan mengumpulkan makanan dari alam. Mereka memakan buah liar, kacang-kacangan, umbi, madu, telur burung, dan hewan kecil.

Ketika alat berburu berkembang, manusia mulai memburu hewan besar seperti mamut berbulu, rusa kutub, bison Eropa, dan kuda stepa.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al-Haris Gelar Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19 Bersama Pemkab Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kulit hewan hasil buruan di pakai sebagai pakaian dan pelindung tubuh.

Hal itu di buktikan dengan di temukannya alat pengerik kulit dan jarum dari tulang.

Sudah Mengenal Seni dan Kepercayaan

Meski hidup sederhana, manusia Paleolithikum ternyata memiliki kemampuan seni yang tinggi.

Mereka membuat ukiran pada alat batu dan tulang. Selain itu, dinding gua dihiasi lukisan berwarna yang menggambarkan hewan dan kehidupan sehari-hari.

Lukisan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba memiliki kemampuan mengamati alam dengan baik.

Para ahli juga menemukan tanda-tanda awal kepercayaan. Beberapa mayat di kubur bersama makanan, alat, dan hiasan.

Di duga benda-benda itu dipersiapkan sebagai bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Awal Kehidupan Sosial

Manusia purba mulai hidup berkelompok untuk berburu dan melindungi diri dari bahaya.

Jumlah anggota kelompok di perkirakan masih sedikit. Mereka kemungkinan di pimpin oleh orang yang lebih tua atau di anggap paling berpengalaman.

Pada masa ini pula bentuk keluarga sederhana mulai muncul. Laki-laki dan perempuan hidup bersama dalam hubungan yang lebih tetap.

Kehidupan sosial, seni, dan budaya manusia ternyata sudah berkembang sejak Zaman Batu Tua. Masa Paleolithikum menjadi awal penting dalam perjalanan panjang peradaban manusia.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sekda Kerinci Zainal Efendi Resmikan Kampung Bebas Narkoba Tahun 2023.
Kopi

Daerah

Harga Biji Kopi Dunia Turun, Pedagang Kerinci Tunda Ekspor

Advertorial

Kadis Maya Bersama Dandim Kerinci Pantau Titik Longsor
Seratus Ribu Rupiah

Daerah

Rupiah Tembus Rp17.019 per Dolar AS, Rekor Pelemahan Baru

Bangko

Wabup Khafidh Hadiri Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW Didesa Mentawak
Harga Pangan Jelang Ramadan

Daerah

Pemkot Sungai Penuh dan BPN Cek Harga Pangan Jelang Ramadhan
Jalan Lembah Anai Terapkan Sistem Buka-Tutup Mulai 1 April 2026

Daerah

Jalan Lembah Anai Terapkan Sistem Buka-Tutup Mulai 1 April 2026

Advertorial

Polres Tebo Tindak Tegas Penambangan Emas Ilegal di Dusun Margodadi