Jakarta,http://Eksisjambi.com – Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menggelar pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Sekretaris Eksekutif United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific, Armida Salsiah Alisjahbana, di Markas Besar ASEAN atau Sekretariat ASEAN, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat kerja sama antara ASEAN dan UN ESCAP dalam mendukung pembangunan kawasan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor yang mencakup tiga pilar utama ASEAN, yakni politik-keamanan, ekonomi, serta sosial-budaya. Kerja sama yang diperkuat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan dan integrasi kawasan Asia Tenggara.
Salah satu fokus pembahasan adalah dukungan terhadap integrasi digital di kawasan ASEAN. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat transformasi ekonomi digital, meningkatkan konektivitas antarnegara anggota, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan berbasis teknologi.
Selain itu, ASEAN dan UN ESCAP juga membahas berbagai program yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kedua organisasi sepakat bahwa kolaborasi yang lebih erat diperlukan guna menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, termasuk perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan pemulihan ekonomi pascapandemi.
Isu ketahanan terhadap bencana juga menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Mengingat kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana alam, penguatan kapasitas mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons bencana dinilai sangat penting untuk melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas pembangunan.
Di bidang sosial, pembahasan turut mencakup penguatan sistem perlindungan sosial, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta dukungan terhadap kebijakan penuaan aktif dan produktif (active and productive ageing). Program-program tersebut bertujuan memastikan kelompok rentan, termasuk lansia, memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan sosial dan peluang ekonomi.
Pertemuan ini juga membahas implementasi Rencana Aksi ASEAN–PBB periode 2026–2030 yang akan menjadi kerangka kerja sama strategis antara kedua organisasi dalam lima tahun mendatang. Rencana aksi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi ASEAN dan PBB dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada masyarakat.
Melalui pertemuan ini, ASEAN dan UN ESCAP kembali menegaskan pentingnya kemitraan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan regional maupun global, sekaligus mendorong terciptanya kawasan Asia Tenggara yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.**







