Religi, http://Eksisjambi.com – Surah Al-Fatihah merupakan surah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam. Selain menjadi pembuka Al-Qur’an dan menjadi rukun dalam salat, Al-Fatihah juga di kenal memiliki keutamaan sebagai doa penyembuh atau obat dengan izin Allah SWT.
Sejumlah hadis menyebutkan bahwa Surah Al-Fatihah memiliki keutamaan sebagai syifa’ (penyembuh). Salah satunya di riwayatkan dari ‘Abdul Malik bin ‘Umair secara mursal, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
فاتحة الكتاب شفاء من كل داء
“Fatihatul Kitab adalah penyembuh dari segala penyakit.”
Hadis tersebut di riwayatkan oleh Ad-Darimi dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab, serta di sebutkan pula dalam kitab Al-Misykat.
Selain itu, terdapat riwayat lain yang di nukil oleh Al-Khal’i dari sahabat Jabir bin Abdullah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
فاتحة الكتاب شفاء من كل شيء، إلا السام، والسام: الموت
“Fatihatul Kitab adalah penyembuh dari segala sesuatu, kecuali as-sām (racun yang mematikan), dan as-sām itu adalah kematian.”
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan Surah Al-Fatihah sebagai doa yang dapat di baca untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Namun, para ulama menjelaskan bahwa kesembuhan hakikatnya berasal dari Allah, sedangkan Al-Fatihah merupakan salah satu sebab yang disyariatkan untuk memohon pertolongan-Nya.
Dalam praktiknya, Surah Al-Fatihah sering di jadikan bacaan ruqyah syar’iyyah berdasarkan hadis sahih tentang para sahabat yang membacakan Al-Fatihah kepada seseorang yang tersengat binatang berbisa hingga sembuh dengan izin Allah.
Karena itu, umat Islam di anjurkan untuk senantiasa membaca, menghayati, dan mengamalkan kandungan Surah Al-Fatihah dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi bagian wajib dalam salat, surah ini juga mengandung doa, pujian kepada Allah, permohonan petunjuk, serta harapan akan rahmat dan kesembuhan dari-Nya.
Semoga Allah SWT menjadikan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Fatihah, sebagai penyejuk hati, petunjuk hidup, dan sebab datangnya kesembuhan bagi setiap hamba yang beriman. Aamiin.*







