Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:04 WIB

Awal Maret 2026, Sejumlah Wilayah Indonesia Alami Paparan Sinar Matahari Kategori Ekstrem

Cuaca Panas Melanda Indonesia

Cuaca Panas Melanda Indonesia

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami paparan sinar matahari dengan kategori ekstrem pada siang hari ini, Sabtu (1/3/2026).Suhu udara terasa lebih panas dari biasanya, terutama menjelang tengah hari, seiring posisi matahari yang berada hampir sejajar dengan garis khatulistiwa.

Fenomena ini terjadi secara alami dan rutin di Indonesia. Secara astronomis, kondisi tersebut berkaitan dengan momen ketika matahari berada di sekitar garis khatulistiwa, yang d ikenal sebagai peristiwa kulminasi matahari.

Pada fase ini, matahari berada tepat atau hampir tepat di atas kepala pada siang hari, sehingga bayangan benda tampak sangat pendek atau bahkan hampir tidak terlihat.

Akibatnya, permukaan bumi menerima paparan sinar matahari secara lebih langsung. Intensitas radiasi yang tinggi inilah yang membuat suhu terasa lebih terik dan menyengat, khususnya pada rentang waktu pukul 11.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Baca Juga :  Wakapolda Jambi Tekankan Pemetaan Wilayah Rawan Konflik

Pola Cuaca: Panas Siang, Hujan Sore

Menariknya, pola cuaca seperti ini juga umum terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Setelah panas terik pada pagi hingga siang hari, pembentukan awan konvektif cenderung meningkat pada sore hingga malam. Proses ini kerap memicu hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah.

Selain itu, kondisi cuaca tersebut juga bisa menjadi penanda awal masa peralihan atau pancaroba, yakni periode transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Di Indonesia, fase peralihan ini umumnya berlangsung pada Maret hingga April, sebelum musim kemarau datang secara bertahap di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Veda Ega Pratama Dijuluki “Roket Moto3” oleh Media Jerman Usai Debut Sensasional di Buriram

Imbauan Waspada

Masyarakat di imbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat matahari berada pada puncaknya. Penggunaan pelindung seperti topi, payung, kacamata hitam, serta tabir surya sangat di sarankan untuk mengurangi risiko paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan.

Di samping itu, penting untuk menjaga kecukupan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat panas. Bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, paparan panas berlebih dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Meski terasa menyengat, fenomena ini merupakan siklus tahunan yang wajar terjadi di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Masyarakat di harapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari otoritas terkait.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Monadi Terima Penghargaan Pengelola Dana Desa Terbaik III Tahun 2024

Advertorial

Wakili Bupati, Pj Sekda Nampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD TA 2024

Advertorial

Sekda Alpian Resmi Buka Pembekalan & Uji Sertifikasi Konstruksi Para Tukang

Advertorial

DPRD Provinsi Jambi Jadi Pelopor Refocusing APBD
Presiden Prabowo Subianto

Internasional

Presiden Prabowo Disambut PM Anthony Albanese dan Gubernur Jenderal Sam Mostyn

Daerah

Untuk Tingkatkan PAUD, Bupati Dillah Ikuti Konsolidasi Strategi Nasional

News

SNBP  Tahun 2025 Terdiri Dari 76 PTN Akademik, 44 PTN Vokasi, dan 26 PTKIN
Gunung Merapi Erupsi

Daerah

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Pijar Terpantau