Riau, eksisjambi.com – Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional Malaysia–Meranti berhasil digagalkan dalam operasi gabungan antara Bea Cukai Bengkalis dan Polres Kepulauan Meranti di Perairan Selat Akar. Penindakan dramatis tersebut diwarnai aksi kejar-kejaran di laut hingga upaya pelaku menabrakkan kapal ke arah petugas.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil melumpuhkan sebuah speedboat yang digunakan pelaku untuk membawa narkotika. Dua orang tersangka turut diamankan bersama barang bukti berupa 27 kilogram sabu jenis methamphetamine serta 260 cartridge yang mengandung zat Etomidate.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengungkapan kasus bermula dari adanya informasi terkait dugaan penyelundupan narkotika melalui jalur perairan internasional yang masuk ke wilayah Kepulauan Meranti. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan patroli dan pengawasan intensif di kawasan Perairan Selat Akar.
Saat di lakukan pengejaran, pelaku sempat berupaya melarikan diri dan melakukan manuver berbahaya dengan mencoba menabrakkan speedboat ke kapal petugas. Namun, berkat kesigapan aparat, kapal berhasil dihentikan dan kedua tersangka dapat diamankan tanpa korban jiwa.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan puluhan paket sabu dengan total berat mencapai 27 kilogram yang disembunyikan di dalam speedboat. Selain itu, turut ditemukan 260 cartridge berisi Etomidate, zat anestesi yang penggunaannya diawasi ketat dan kerap disalahgunakan.
Petugas menduga barang haram tersebut berasal dari jaringan internasional yang beroperasi lintas negara melalui jalur laut Malaysia menuju Kepulauan Meranti sebelum diedarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan penindakan ini dinilai menjadi langkah besar dalam memutus rantai peredaran narkotika internasional di wilayah pesisir Riau. Berdasarkan estimasi aparat, penggagalan penyelundupan tersebut mampu menyelamatkan sekitar 135 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Aparat juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan dan pihak lain yang terlibat dalam sindikat tersebut.**







