Home / Daerah / Nasional / News

Kamis, 2 April 2026 - 06:00 WIB

Begini Skema Kerja 4 Hari WFO dan 1 Hari WFH

SE Menteri PANRB No. 3/2026 mengatur pola kerja ASN dengan skema 4 hari WFO dan 1 hari WFH

SE Menteri PANRB No. 3/2026 mengatur pola kerja ASN dengan skema 4 hari WFO dan 1 hari WFH

Jakarta,http://Eksisjambi.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 tentang penyesuaian pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini menjadi respons terhadap dinamika global sekaligus upaya mendorong efisiensi dan peningkatan kinerja birokrasi.

Dalam SE tersebut, pemerintah memperkenalkan skema kerja baru yang mengatur keseimbangan antara Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH), tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Salah satu poin utama dalam aturan ini adalah penerapan pola kerja campuran (hybrid). ASN di wajibkan bekerja selama empat hari di kantor (WFO) pada Senin hingga Kamis, serta satu hari bekerja dari rumah (WFH) setiap Jumat.

Namun demikian, pelaksanaan WFH tidak bersifat fleksibel bebas. ASN di wajibkan bekerja dari rumah atau domisili yang telah di tetapkan, sehingga tetap mudah dalam pengawasan dan koordinasi oleh pimpinan unit kerja.

Baca Juga :  Operasi Pasar Di Kabupaten Tebo Untuk Menstabilkan Harga Bahan Pangan Menjelang Ramadhan

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak boleh di maknai sebagai hari libur tambahan. ASN tetap memiliki kewajiban menjalankan tugas, memenuhi target kinerja, serta menyampaikan laporan hasil pekerjaan secara berkala.

Selain itu, selama WFH ASN tetap berada dalam sistem pengawasan pimpinan melalui mekanisme pelaporan dan monitoring berbasis digital.

SE ini juga menekankan langkah efisiensi yang lebih konkret, khususnya dalam pengelolaan anggaran. Di antaranya adalah pembatasan perjalanan dinas hingga 50–70 persen, serta optimalisasi pelaksanaan rapat secara daring.

Kebijakan ini di harapkan mampu menekan belanja operasional tanpa mengganggu produktivitas kerja ASN.

Meski terjadi penyesuaian pola kerja, pemerintah memastikan bahwa layanan publik, khususnya yang bersifat esensial, tetap berjalan optimal dan dapat di akses masyarakat tanpa hambatan.

Baca Juga :  Ruthless Steel Hadir, Game MMORPG Sci-Fi

Instansi pemerintah di minta untuk mengatur sistem kerja internal secara adaptif agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima.

Melalui kebijakan ini, pemerintah menegaskan bahwa fleksibilitas kerja harus di iringi dengan peningkatan tanggung jawab. ASN di harapkan tetap menjaga disiplin, profesionalisme, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Fleksibilitas kerja bukan berarti kelonggaran kinerja, melainkan tuntutan untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” demikian penekanan dalam kebijakan tersebut.

Dengan penerapan SE Menteri PANRB No. 3/2026 ini, di harapkan reformasi birokrasi dapat semakin adaptif terhadap perubahan global, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia.**

Share :

Baca Juga

Gunung Lewotobi

Internasional

Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi,Kolom Abu Capai 10 Ribu Meter
Pelepasan Kafilah MTQ Kota Sungai Penuh

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Lepas Kafilah MTQ Ke 54 Tingkat Provinsi Jambi
Jalan Ekonomi Rusak di gunung raya Kerinci

Daerah

Jalan Penghubung Selampaung – Pelayang Rusak Parah, Warga Minta Pemkab Kerinci Segera Bertindak
Polres Kerinci

Daerah

Polres Kerinci Siaga, Operasi Lilin 2025 Fokus Pengamanan dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Advertorial

Sekda Sudirman : Pemrov Jambi Siapkan Metadata Statistik Sektoral
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Daerah

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 11 – 13 Januari 2026

Advertorial

Bupati Monadi Hadiri Rakor KPK dan Pemerintah Daerah
Danau Kerinci

Daerah

Air Danau Kerinci Susut Mengkhawatirkan