Home / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:06 WIB

BRIN dan Rosatom Rusia Jajaki Pengembangan Nuklir untuk Energi Indonesia

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,http://Eksisjambi.com  – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev untuk membahas potensi pengembangan teknologi nuklir di Indonesia. Kerja sama ini mencakup sektor energi dan non-energi.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari pertemuan Alexey Likhachev dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Arif mengatakan pemerintah tengah mendalami berbagai opsi teknologi maju untuk mendukung kebutuhan energi masa depan Indonesia.

“Ini merupakan upaya komprehensif untuk mendalami berbagai opsi teknologi maju bagi masa depan. BRIN bertugas memastikan setiap langkah penjajakan teknologi nuklir berjalan terkoordinasi antar-instansi,” kata Arif dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Menurut Arif, fokus utama kerja sama akan diarahkan pada penguatan Joint Working Group atau Kelompok Kerja Gabungan untuk menyiapkan implementasi energi nuklir berskala besar.

Ruang lingkup pembahasan meliputi penyusunan peta jalan atau roadmap, studi lokasi pembangunan, pemilihan teknologi reaktor, hingga pengelolaan siklus bahan bakar nuklir.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bertolak ke Rusia, Agenda Pertemuan Strategis dengan Vladimir Putin

Selain sektor energi, kerja sama Indonesia dan Rusia juga mencakup modernisasi fasilitas riset nuklir nasional. Salah satunya adalah revitalisasi Reaktor GA Siwabessy di Serpong.

Kerja sama tersebut juga mencakup pengelolaan limbah radioaktif, fabrikasi elemen bakar, hingga pengembangan teknologi High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR). Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk produksi hidrogen dan kebutuhan industri.

Di bidang lain, pengembangan radioisotop dan teknologi iradiasi juga menjadi prioritas. Teknologi itu dinilai penting untuk mendukung sektor kesehatan, pangan, dan industri.

Arif menegaskan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam penguatan teknologi nuklir nasional. Karena itu, BRIN akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperkuat pendidikan teknologi nuklir di Indonesia.

Ia juga menilai keberhasilan pengembangan energi nuklir tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga penerimaan masyarakat.

“Transisi energi harus berjalan secara transparan, aman, dan humanis bagi masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang nuklir sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Sejak 2015, berbagai kolaborasi teknis dilakukan melalui BATAN, BAPETEN, dan Politeknik Nuklir bersama mitra dari Rusia.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Tinjau FSO PetroChina, Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional

Sebelumnya, dalam forum bisnis Indonesia-Rusia pada April 2025, Rosatom mengajukan dua proposal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 5 gigawatt (GW) hingga 2040.

Proposal pertama mencakup pembangunan Small Modular Reactor (SMR) di Kalimantan Barat dengan kapasitas 3×110 MW. Reaktor tersebut ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada 2032 hingga 2035.

Selain itu, Rosatom juga mengusulkan pembangunan PLTN skala besar di Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan. Masing-masing memiliki kapasitas 2×1.200 MW dan ditargetkan selesai pada 2037 hingga 2040.

Sementara itu, proposal kedua menawarkan pembangunan PLTN terapung di Kalimantan Barat dengan kapasitas 2×110 MW. Proyek ini direncanakan mulai beroperasi lebih awal, yakni pada 2030 dan 2031.

Rosatom juga tetap mengusulkan pembangunan PLTN skala besar di Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang Indonesia.**

Share :

Baca Juga

Kode Redeem MLBB Hari ini

Daerah

Daftar Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 15 Maret 2026, Klaim Skin, Diamond, hingga Emote Gratis
Temuan BPK RI Tahun 2025

Hukum

Proyek Ruang Inap KRIS RSUD M.H Thalib  Kota Sungai Penuh Rp 3,3 M Jadi Temuan BPK
Lonjakan harga emas Antam, UBS Gold, dan Galeri 24 dalam sepekan terakhir

Daerah

Lonjakan Harga Emas Sepekan Terakhir, Pengamat Sebut Investor Cari Aset Aman
Presiden Prabowo Subianto

Internasional

Presiden Prabowo Disambut PM Anthony Albanese dan Gubernur Jenderal Sam Mostyn

Daerah

Ini..Tower Transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai Jadi Penyebab Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Sumatera

Daerah

Misteri Danau Kaco Kerinci Berwarna Biru Menyala

Daerah

Perkembangan Proyek Fly Over Sitinjau Lauik Terbaru 

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Launching Sekolah Lansia Tangguh