Jakarta,http://Eksisjambi.com – PT Pertamina (Persero) bersama Badan Gizi Nasional sudah resmi bekerja sama mengembangkan energi berkelanjutan berbasis limbah domestik. Kerja sama tersebut di tandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Grha Pertamina, Jakarta.
Melalui kolaborasi ini, minyak jelantah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, serta target Net Zero Emission (NZE) Indonesia. Selain itu, pemanfaatan limbah domestik juga di nilai mampu memperkuat ekonomi sirkular dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini menjadi salah satu program makan bergizi terbesar di dunia dengan sekitar 61,99 juta penerima manfaat.
Menurut Dadan, program tersebut mendukung tiga agenda strategis nasional, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi industri.
“Kolaborasi ini di harapkan mampu mempercepat pengembangan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik yang berkelanjutan,” kata Dadan.
Nota Kesepahaman di tandatangani oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bersama Dadan Hindayana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.
Pengolahan minyak jelantah menjadi SAF di nilai memiliki potensi besar untuk mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan. Selain ramah lingkungan, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru dari pengolahan limbah rumah tangga.**







