AGAM/TANAH DATAR,http://Eksisjambi.com – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Gunung api aktif tersebut di laporkan mengalami erupsi pada Minggu (22/2/2026) malam.
Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 21.07 WIB. Meski demikian, kolom abu tidak teramati secara visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi.
Petugas PGA Marapi, Teguh Purnomo, menjelaskan bahwa peristiwa erupsi tersebut terekam melalui alat pemantauan kegempaan.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pada pukul 21.07 WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati,” ujarnya dalam laporan tertulis.
Ia menambahkan, durasi erupsi berlangsung sekitar 23 detik. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 3,9 milimeter.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat dan pengunjung di imbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah atau pusat erupsi.
Rekomendasi ini di keluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi erupsi susulan maupun lontaran material vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.
Selain ancaman erupsi, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.
“Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu waspada terhadap potensi bahaya lahar,” tambah Teguh.
Aliran lahar dingin berpotensi terjadi di sepanjang sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya saat intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Bagi warga yang terdampak hujan abu, disarankan untuk menggunakan masker guna menghindari gangguan pada saluran pernapasan. Masyarakat juga di minta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.**







