Sungai Penuh, Eksisjambi.com – Sejak dua bulan terakhir, ketersediaan gabah di Kota Sungai Penuh mengalami penurunan.
Kondisi ini di pengaruhi oleh belum masuknya musim panen padi, sehingga para pelaku usaha penggilingan beras mulai kesulitan mendapatkan pasokan dari petani.
Meskipun stok gabah terbatas, harga beras di pasaran relatif stabil.
Para pedagang dan pemilik usaha penggilingan beras memastikan bahwa suplai beras untuk kebutuhan masyarakat masih mencukupi.
Berdasarkan pantauan, harga gabah kering saat ini di beli dari petani sebesar Rp8.000 per kilogram, sedangkan gabah basah dihargai Rp6.500 per kilogram.
Sementara itu, untuk harga beras di Kota Sungai Penuh masih terjaga.
Pemilik usaha penggilingan padi, Syabrisarih, menyebutkan harga beras kusut per kaleng (16 kilogram) di jual Rp240 ribu.
Dan beras Solok Putih Rp230 ribu per kaleng, Serta beras Sari Kemuning Rp220 ribu per kaleng.
“Meski gabah mulai sulit di dapat, harga beras sejauh ini masih stabil, Ketersediaan beras masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (27/8).
Syabrisarih menambahkan, keterbatasan stok gabah berdampak pada produksi harian
Jika sebelumnya ia mampu memproduksi hingga 4 ton gabah per hari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 2 ton per hari.
Ia berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar kondisi ketersediaan gabah di Kota Sungai Penuh dapat di jaga.
Dan Menurutnya, pasokan gabah yang cukup akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi beras di wilayah kita.
Para pelaku usaha penggilingan beras kini menunggu masuknya musim panen yang di perkirakan dalam beberapa bulan ke depan.
Hingga saat itu tiba, pasokan gabah kemungkinan masih akan terbatas, meski harga beras di prediksi tetap stabil.(*)







