JAKARTA, http://Eksisjambi.com– Saham emiten tambang emas kompak menguat pada perdagangan Senin (13/1/2026). Penguatan ini di dorong lonjakan harga emas dunia yang berhasil menembus rekor tertinggi baru di level USD4.600 per troy ons, sehingga memicu optimisme pelaku pasar terhadap kinerja saham sektor pertambangan emas.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.41 WIB, sejumlah saham emiten emas mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melesat 8,40 persen ke level Rp2.580 per saham, menjadi penguat tertinggi di sektor tersebut.
Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut melonjak 6,06 persen ke posisi Rp3.850 per saham. Kenaikan ini sejalan dengan sentimen positif harga emas global yang menjadi salah satu komoditas utama perseroan.
Tak ketinggalan, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menguat 5,31 persen dan di perdagangkan di level Rp1.785 per saham. Adapun saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tercatat naik 4,47 persen, mencerminkan minat beli investor yang cukup kuat di saham berbasis emas dan mineral.
Selain itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami peningkatan 4,81 persen, sedangkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turut menguat 2,80 persen pada perdagangan pagi.
Analis menilai reli saham emiten emas ini tidak terlepas dari meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan harga emas dunia di perkirakan dapat berdampak positif terhadap pendapatan dan kinerja keuangan emiten tambang emas sepanjang tahun 2026.
Dengan sentimen yang masih kuat, saham-saham sektor emas di proyeksikan tetap menjadi perhatian pelaku pasar dalam jangka pendek, seiring pergerakan harga emas dunia yang masih berada di zona rekor.**







