JAKARTA, Eksisjambi.com – Harga kopi di pasar internasional kembali mencatat penguatan pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Baik kopi Arabika maupun Robusta mengalami kenaikan di bandingkan sesi sebelumnya, memberikan sentimen positif bagi pelaku industri kopi global, termasuk petani dan eksportir di Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan berjangka internasional, kopi Arabika (ICE US) di tutup di level 288,75 sen AS per pon (¢/lb) atau naik 0,50 poin (+0,21 persen). Dengan kurs estimasi saat ini, harga tersebut setara sekitar Rp114.100 per kilogram.
Sementara itu, kopi Robusta (ICE EU) berada di level US$3.469 per ton atau sekitar US$3,469 per kilogram, naik 21 poin (+0,61 persen). Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp62.100 per kilogram.
Penguatan kedua kontrak kopi tersebut menunjukkan pasar masih mempertahankan optimisme terhadap permintaan global, meski pelaku pasar tetap mencermati perkembangan produksi di sejumlah negara produsen utama serta kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi pasokan.
Bagi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, kenaikan harga internasional menjadi indikator positif yang dapat memberikan peluang bagi peningkatan nilai ekspor dan pendapatan petani, terutama di sentra produksi Arabika dan Robusta.
Meski demikian, harga yang di terima petani di dalam negeri masih d ipengaruhi berbagai faktor, seperti kualitas biji kopi, biaya distribusi, kurs rupiah terhadap dolar AS, hingga kondisi permintaan di pasar domestik.
Pergerakan Harga Kopi Internasional (5 Oktober 2026):
- Arabika (ICE US): 288,75 ¢/lb, naik 0,50 poin (+0,21%) ≈ Rp114.100/kg
- Robusta (ICE EU): US$3,469/kg, naik 21 poin (+0,61%) ≈ Rp62.100/kg
Pelaku usaha dan petani di harapkan terus memantau perkembangan pasar global sebagai acuan dalam menentukan strategi penjualan dan pengelolaan hasil panen.*







