SUNGAI PENUH, Eksisjambi.com – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menyambut hangat rombongan profesor, guru besar, dan peneliti dari Universitas Riau (UNRI) di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh, Jumat malam (30/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis riset di Kota Sungai Penuh.
Kegiatan tersebut dihadiri pengusaha nasional H. Muhammad Muradi Darmasyah, para profesor, guru besar dan peneliti Universitas Riau, Rektor IAIN Kerinci, Ketua STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Prof. Dr. Mahli Zainuddin, Tokoh Adat Depati Empat Kumun Debai Amirudin, Dpt, Prof. Dr. Erwin, M.Si, Dewan Pendidikan Basyarin, Dpt, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Erwin, M.Si, putra daerah Kumun Debai yang saat ini berkiprah di Universitas Riau, mengaku bangga atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Sungai Penuh kepada rombongan akademisi.
Ia menilai kunjungan tersebut membuka peluang besar untuk menghadirkan kontribusi nyata para profesor dan peneliti dalam mendukung pembangunan daerah melalui penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, Universitas Riau siap berkolaborasi dan memberdayakan potensi yang dimiliki Kota Sungai Penuh, termasuk mengembangkan sektor pendidikan, pertanian, hingga memperkuat promosi destinasi wisata Sakti Alam Kerinci melalui pendekatan ilmiah.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh profesor dan peneliti Universitas Riau di Kota Sungai Penuh, yang dikenal dengan falsafah adat “Sahulun Suhak, Saltuh Bedil.”
Dalam kesempatan tersebut, Alfin memaparkan sejarah singkat Kota Sungai Penuh serta potensi besar yang dimiliki daerahnya. Ia menjelaskan sekitar 70 persen wilayah Kota Sungai Penuh berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sehingga memiliki kekayaan alam yang unik dengan perpaduan kawasan hutan konservasi, hutan produksi, perkebunan, hingga hamparan persawahan yang disebutnya sebagai miniatur Yogyakarta.
“Karena itu, kehadiran para profesor dan peneliti sangat tepat. Kami berharap banyak penelitian dapat dilakukan untuk menggali berbagai potensi daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Alfin.
Ia juga memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Sungai Penuh, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus menunjukkan tren positif serta keberhasilan meraih penghargaan terbaik tingkat Sumatera dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi.
Alfin berharap kerja sama dengan Universitas Riau dapat meningkatkan kompetensi guru dan dosen, sekaligus mendukung pengembangan pendidikan vokasi, termasuk rencana pengembangan Universitas Muhammadiyah di Kota Sungai Penuh.
Selain itu, ia mengajak para profesor dan peneliti untuk melakukan kajian terhadap lahan-lahan perbukitan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pariwisata, Alfin mengakui bahwa Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci memiliki potensi luar biasa, namun masih menghadapi tantangan pada infrastruktur transportasi dan aksesibilitas menuju destinasi wisata.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama mengenai strategi peningkatan kualitas pendidikan, riset, serta pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.
Pada kesempatan itu, pengusaha nasional H. Muhammad Muradi Darmasyah memaparkan rencana pembangunan Universitas Muhammadiyah di Kota Sungai Penuh yang akan dilengkapi berbagai program studi mulai jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Muradi juga mengungkapkan rencana investasi di sektor perkebunan kopi dengan menggandeng akademisi dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian serta pengembangan teknologi pertanian. Menurutnya, program tersebut akan didukung dengan penyediaan fasilitas yang memadai untuk mendorong kemajuan sektor perkebunan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Sungai Penuh, Universitas Riau, dan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam melahirkan inovasi, memperkuat dunia pendidikan, serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan pariwisata demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Khai*)







