Jakarta, Eksisjambi.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Indeks utama pasar saham Indonesia tercatat melemah 184,26 poin atau turun 3,49 persen ke level 5.098,06 pada pukul 02.24 WIB (UTC+7).
Penurunan tersebut membawa IHSG kembali berada di bawah level psikologis 5.100 setelah sebelumnya di tutup pada posisi 5.282,31. Pergerakan hari ini menunjukkan dominasi tekanan jual dari pelaku pasar.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat di buka di level 5.305,20 dan bergerak naik hingga menyentuh titik tertinggi harian 5.320,90. Namun, tekanan jual yang meningkat membuat indeks berbalik arah hingga mencapai level terendah 5.098,06.
Secara pergerakan, IHSG mencatat pelemahan cukup dalam di bandingkan posisi penutupan sebelumnya. Koreksi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi pasar, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan sentimen domestik.
LQ45 Ikut Tertekan
Selain IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami pelemahan lebih besar. Indeks LQ45 turun 4,48 persen ke level 515,28.
Pergerakan pasar saham Indonesia hari ini berbanding berbeda dengan sejumlah bursa Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat menguat 1,10 persen ke level 64.659,47, sementara KOSPI Korea Selatan melemah 1,24 persen ke level 5.937,66.
IHSG Masih Berada Dekat Level Terendah 52 Minggu
Berdasarkan data perdagangan, IHSG saat ini masih berada dalam rentang pergerakan 52 minggu terakhir. Level tertinggi IHSG dalam satu tahun terakhir tercatat mencapai 9.174,47, sedangkan level terendah berada di 4.907,37.
Analis pasar menilai investor perlu mencermati perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental emiten untuk melihat arah IHSG selanjutnya.
Meski mengalami koreksi tajam, pelaku pasar tetap menunggu peluang pemulihan apabila tekanan jual mulai mereda dan sentimen positif kembali masuk ke pasar saham domestik.(Kh*)







