Home / Daerah / Hukum / Nasional / News

Rabu, 15 April 2026 - 15:16 WIB

Jaksa Eksekusi Sita Dua Aset Terpidana Korupsi di Jakarta Selatan

Kejaksaan Negeri Palembang bersama Kejaksaan Agung

Kejaksaan Negeri Palembang bersama Kejaksaan Agung

Palembang,http://Eksisjambi.com – Tim Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Palembang yang di dampingi Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) Kejaksaan Agung melaksanakan sita eksekusi terhadap dua bidang tanah dan bangunan milik terpidana kasus korupsi.

Eksekusi di lakukan di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan aset negara dalam perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Adapun dua aset yang di sita meliputi:

  • Sebidang tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 00025 seluas 523 meter persegi.
  • Sebidang tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 01139 seluas 325 meter persegi.
Baca Juga :  Kunker Komisi V DPR RI H.Bakri Di Dampingi Ketua DPRD Tanjabtim, Zilawati, SH Beserta Anggota 

Kedua aset tersebut berada di lokasi yang sama, yakni Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

Sita eksekusi ini berkaitan dengan perkara tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan, serta tindak pidana pencucian uang.

Selain itu, aset tersebut juga terkait dengan perkara korupsi penerimaan dana hibah oleh Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang pada tahun 2015 dan 2017. Dana hibah tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka pembangunan Masjid Sriwijaya di Palembang.

Baca Juga :  PJ Bupati Asraf Tutup Secara Resmi Festival Danau Kerinci Ke-XXI KEN 2023

Seluruh aset yang di sita merupakan milik terpidana Muddai Madang, yang telah di nyatakan bersalah dalam perkara tersebut berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Pihak kejaksaan menegaskan bahwa sita eksekusi ini merupakan bagian dari komitmen aparat penegak hukum dalam mengembalikan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Langkah ini juga di harapkan memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Bocah Tenggelam di Sungai Batang Merao di Temukan Meninggal

Daerah

Selama Ramadhan, Wako Ajb Minta Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Membuka Pelatihan Membatik Tingkatkan Keterampilan dan Wirausaha
Presiden Prabowo Subianto di PBB

Internasional

Presiden Prabowo Siap Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-80

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Paripurna III Terhadap Ranperda APBD-P

Advertorial

Dinas PUPR Kota Sungai Penuh Mengucapkan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa Ke-63

Daerah

Wawako Antos Hadiri Peringatan Hari Air Dunia Ke-30

Advertorial

Fraksi Nasdem Sampaikan Isu Aktual Infrastruktur Dalam Agenda Paripurna DPRD Tanjabtim